PATI – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Tlogowungu dan Gunungwungkal kini telah kembali normal.
Sebelumnya, jalur ini sempat lumpuh total akibat material tanah longsor yang menutup badan jalan pada Jumat (9/1/2026) malam.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, mengonfirmasi bahwa tim gabungan bersama warga telah bekerja keras melakukan pembersihan darurat hingga Sabtu dini hari.
Diketahui hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Tlogowungu sejak sore hari memicu pergerakan tanah di Desa Gunungsari.
Sekitar pukul 20.45 WIB, tebing di sepanjang ruas jalan Dukuh Santi Pangonan hingga Dukuh Pulingan mengalami longsor di beberapa titik.
"Intensitas hujan yang sangat tinggi membuat kondisi tanah labil. Selain menutup jalan, longsor juga menyebabkan talud di jalur Pangonan–Pulingan ambrol," jelas AKP Mujahid.
Dampak Kerusakan dan Kerugian
Bencana ini tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga menerjang dua rumah warga desa setempat:
Rumah Suwoto (54): Warga RT 03/RW 04, estimasi kerugian Rp10 juta.
Rumah Sutarlan (49): Warga RT 01/RW 01, estimasi kerugian Rp30 juta.
Meskipun terdapat kerugian materiil yang cukup signifikan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Segera setelah menerima laporan dari Kepala Desa Gunungsari, personel Polsek Tlogowungu langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengecekan titik longsor.
Membantu warga mengevakuasi material tanah dari rumah dan jalan.
Berkoordinasi dengan instansi terkait guna percepatan pembukaan akses jalan.
Sementara pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, di mana material longsor berhasil disingkirkan dan jalan kembali dapat dilalui kendaraan.
Meski jalan sudah dibuka, AKP Mujahid tetap meminta warga dan pengguna jalan untuk selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan Pati.
Diketahui wilayah pegunungan seperti daerah Tlogowungu kerap terjadi bencana longsor. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab