Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Tambaharjo Pati Diprotes, Ternyata Sebabnya Ini

Abdul Rochim • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:40 WIB
DICEK: Warga bersama Pemerintah Desa Tambaharjo mengecek lokasi gerai KDMP di lapangan desa setempat
DICEK: Warga bersama Pemerintah Desa Tambaharjo mengecek lokasi gerai KDMP di lapangan desa setempat

PATI – Rencana pendirian gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, memantik penolakan sebagian warga.

Protes mencuat di Dusun Beran, Selasa (6/1/2026), dan sempat memicu perdebatan di lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan.

Penolakan warga tersebut bahkan beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga beradu argumen dengan aparat Koramil Pati Kota saat melakukan pengecekan lapangan desa.

Warga menilai lokasi pembangunan KDMP kurang tepat karena berada di area lapangan desa yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa pembangunan koperasi akan berdampak pada keberadaan kios-kios kecil di sekitar lapangan.

Abdul Jabar, salah satu warga setempat, mengatakan penolakan bukan semata-mata menentang program koperasi desa.

Warga hanya meminta agar kepentingan publik tetap diperhatikan, khususnya terkait fasilitas olahraga.

Menurutnya, kekecewaan warga juga dipicu belum terwujudnya janji pemerintah desa untuk memperbaiki lapangan sepak bola.

Padahal, lapangan tersebut kerap digunakan pemuda dan karang taruna untuk kegiatan latihan.

Pihaknya menegaskan tidak menolak koperasi.

"Yang kami minta sederhana, pembangunan harus seimbang. Kalau koperasi dibangun, lapangan juga harus benar-benar diperbaiki, bukan sekadar janji,” tegas Abdul.

Ia menyebutkan, warga sepakat pembangunan KDMP baru dapat dilanjutkan setelah ada realisasi perbaikan lapangan.

Kesepakatan itu telah dibahas bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa.

“Kami sudah duduk bersama. Intinya, lapangan harus dibenahi dulu sebelum pembangunan koperasi berjalan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dusun Beran, Sulono, menegaskan bahwa rencana pembangunan KDMP tidak akan menghilangkan fasilitas umum.

Ia menyebut lokasi tersebut telah ditentukan melalui musyawarah desa dan dinilai strategis untuk mendukung penataan wilayah serta penguatan ekonomi warga.

Sulono juga membantah isu bahwa lapangan desa akan dirusak.

Menurutnya, lahan yang digunakan masih cukup luas sehingga aktivitas olahraga tetap bisa berjalan.

“Lapangan tidak dihilangkan. Hanya ada penyesuaian kecil karena lahannya masih sangat memadai. Ini sudah melalui musyawarah desa,” jelasnya.

Ia menduga penolakan dipicu kesalahpahaman informasi yang berkembang di masyarakat.

Pemerintah desa berharap, setelah adanya kesepakatan terkait perbaikan lapangan, pembangunan KDMP Desa Tambaharjo dapat kembali dilanjutkan tanpa mengorbankan kepentingan warga. (adr/him)

Editor : Abdul Rochim
#Koperasi Desa Merah Putih #pati #Kopdes Merah Putih #warga Pati protes pembangunan kopdes merah putih #KDMP #Badan Permusyawaratan Desa