Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

WADUH! Minyakita Langka di Pati, Konsumen Terpaksa Beli di Atas Harga Resmi

Abdul Rochim • Senin, 5 Januari 2026 | 20:03 WIB
CARI MINYAK SUBSIDI: Warga menunggu membeli Minyakita di Toko Fatimah Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
CARI MINYAK SUBSIDI: Warga menunggu membeli Minyakita di Toko Fatimah Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Mencari Minyakita di Kabupaten Pati kini bukan perkara mudah.

Minyak goreng bersubsidi yang seharusnya mudah dijangkau masyarakat justru semakin jarang ditemui di pasaran.

Kalaupun tersedia, harganya kerap melambung jauh di atas ketentuan pemerintah.

Pantauan di sejumlah toko menunjukkan, Minyakita cepat habis setiap kali pasokan datang.

Warga harus rela antre, bahkan berpindah dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan minyak goreng subsidi tersebut.

Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Kelangkaan Minyakita bukan karena produksi berkurang, melainkan tersendatnya alur distribusi.

Di tingkat distributor, pasokan yang masuk dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pasar.

Situasi diperparah dengan ketatnya persaingan antar distributor dalam mendapatkan jatah dari pabrik.

Akibatnya, harga Minyakita di lapangan tak lagi sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

Konsumen di Pati kini harus merogoh kocek lebih dalam, dengan harga jual berkisar Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per liter.

Novi, salah seorang warga Pati, mengaku sudah beberapa hari berkeliling untuk mencari Minyakita. “Sudah hampir seminggu susah. Kalau ada pun harganya mahal,” keluhnya.

Di sisi lain, Rudy, salah satu distributor Minyakita di Pati, membenarkan bahwa stok yang diterima belum mencukupi.

Ia menyebut pasokan terbatas ini sudah terjadi sejak akhir 2025 dan berlanjut hingga awal 2026.

“Barang masih kurang dan belum stabil. Kami hanya melayani wilayah Pati saja, tidak berani kirim ke luar daerah,” jelasnya.

Rudy mengungkapkan, untuk memperoleh Minyakita, distributor harus bersaing langsung dengan distributor lain di tingkat pabrik.

Kondisi tersebut membuat distribusi ke daerah kerap tersendat.

Ia pun berharap pemerintah segera turun tangan dengan memperketat pengawasan jalur distribusi serta membuka kanal pengaduan khusus.

Langkah tersebut dinilai penting agar kelangkaan dan lonjakan harga Minyakita tidak terus berulang dan merugikan masyarakat. (adr/lin)

Editor : Abdul Rochim
#pati #MinyaKita #minyakita langka di Pati