PATI — Rencana masuknya industri baru kembali mencuat di Kabupaten Pati. Sebuah pabrik tas dan sepatu yang berlokasi di Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, kini tampak telah rampung secara fisik.
Namun, operasionalnya belum bisa dimulai lantaran proses perizinan masih berlangsung.
Pantauan di kawasan Jalan Lingkar Selatan Pati menunjukkan bangunan pabrik sudah berdiri kokoh.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa perusahaan baru tersebut masih membuka lowongan kerja terbatas, terutama untuk posisi keamanan dan sumber daya manusia.
Sementara perekrutan tenaga produksi dan posisi lainnya disebut belum dibuka karena menunggu tahapan berikutnya.
Kepala Bidang Informasi dan Pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati, Diah Purwani, membenarkan adanya rencana investasi tersebut.
Meski bangunan sudah selesai, ia menegaskan bahwa perusahaan belum sepenuhnya mengantongi izin operasional.
“Benar ada rencana pendirian pabrik, tetapi saat ini masih dalam proses melengkapi persyaratan perizinan,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Di sisi lain, kinerja investasi Kabupaten Pati hingga Triwulan II 2025 menunjukkan tren positif.
Dari target investasi sebesar Rp 1,6 triliun, realisasi yang tercatat telah mencapai Rp 908,99 miliar atau sekitar 57 persen.
Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 692,89 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 216,09 miliar.
Menurut Diah, angka tersebut tidak hanya berasal dari investasi baru, melainkan juga dari ekspansi perusahaan lama.
Seperti pembangunan fasilitas tambahan serta pengadaan dan peremajaan mesin produksi.
“Setiap penambahan aset tetap, baik gedung maupun mesin, tetap dicatat sebagai investasi. Itu wajib dilaporkan dan diaudit,” terangnya.
Terpisah, Sutkono menyampaikan optimisme bahwa target investasi tahun ini dapat tercapai hingga akhir 2025. Ia menyebut realisasi pada semester kedua sudah menembus lebih dari separuh target.
“Semester II sudah di angka 50,7 persen. Kami optimistis target tahunan bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski beberapa tahun terakhir investasi di Pati didominasi PMA, tahun ini belum ada perusahaan asing baru yang masuk.
Kontribusi terbesar justru datang dari penambahan kapasitas produksi perusahaan yang sudah eksisting.
Selain mendorong investasi, DPMPTSP Pati juga terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang telah memperoleh izin melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Pengawasan lapangan dilakukan untuk memastikan izin yang dikantongi benar-benar dijalankan.
“Kalau ada perusahaan yang sudah berizin tapi tidak beroperasi, kami minta untuk mencabut izinnya melalui akun OSS masing-masing,” tutupnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim