PATI - Tanggul Sungai Widodaren dan jembatan di Desa Ketitangwetan, Batangan, kembali ambrol setelah diterjang banjir kiriman dari wilayah selatan.
Luapan air sempat merendam jalur Pantura serta puluhan rumah warga dengan ketinggian sekitar 30–40 sentimeter.
Video amatir milik warga menunjukkan derasnya arus yang menghantam tanggul darurat dan jembatan tersebut.
Baca Juga: Selamat, Pati Dianugerahi Kabupaten Sangat Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri
Infrastruktur yang baru diperbaiki oleh BNPB itu tak mampu menahan tekanan air dan kembali rusak. Bahkan, jembatan kini putus total akibat kuatnya aliran sungai.
Debit air yang tinggi diperparah oleh tumpukan sampah kiriman yang menyumbat aliran sungai. Akibatnya, air meluap ke jalan nasional dan permukiman di sekitar bantaran sungai.
Sujono, warga setempat, menjelaskan bahwa banjir mulai datang sekitar pukul 23.00 WIB. Tanggul dan jembatan mulai ambrol sekitar pukul 02.30 WIB.
Ia menyebut banjir kiriman serta banyaknya sampah menjadi penyebab utama air tidak mengalir normal.
“Banjir ini selalu berulang tiap tahun. Harapannya pemerintah bisa melakukan penanganan yang maksimal,” ungkapnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga meninggalkan endapan lumpur setebal sekitar 5 sentimeter di lantai rumah dan halaman warga.
Meski air sudah surut, sisa lumpur itu masih tampak menumpuk di sejumlah titik.
Warga kini menunggu langkah pemerintah untuk melakukan perbaikan permanen dan penanganan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim