PATI - Sebuah bus rombongan ziarah wali asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, viral di media sosial setelah dikabarkan tersesat hingga masuk ke kawasan Hutan Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/10) dini hari sekitar pukul 02.00.
Video bus yang berada di jalan sempit kawasan hutan itu diunggah oleh akun Instagram @patisakpore.
Dalam rekaman terlihat bus berukuran besar tersebut kesulitan bermanuver untuk memutar balik karena kondisi jalan yang menanjak, sempit, dan licin.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bus dengan nomor polisi AE 7621 UKI tersebut dikemudikan oleh Kartin (50), warga Desa Sumberbening, Kecamatan Karangjati, Ngawi.
Bus membawa 35 penumpang rombongan peziarah yang sebelumnya berziarah ke Makam Saridin di Kayen dan berencana melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Muria.
Namun, di tengah perjalanan, sopir yang diduga belum mengenal medan memilih menggunakan aplikasi Google Maps sebagai penunjuk arah.
Jalur yang direkomendasikan aplikasi justru mengarahkan bus menuju jalan pedesaan di perbatasan Desa Bageng dan Desa Plukaran yang tidak layak dilalui kendaraan besar.
Saat mencoba menanjak, bus kehilangan tenaga dan akhirnya terperosok ke sisi jalan.
Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Benar, tadi malam sekitar pukul dua kami menerima laporan. Bus pariwisata terperosok di tanjakan wilayah Plukaran. Rombongan merupakan peziarah dari Ngawi yang hendak menuju Sunan Muria,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi medan di lokasi memang tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar.
“Jalannya sempit, menanjak, dan beberapa titik licin akibat hujan. Untuk kendaraan kecil masih memungkinkan, tapi bus ukuran besar sangat berisiko,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penumpang berhasil keluar dengan selamat meski sempat panik.
“Semua penumpang dalam kondisi sehat, hanya sedikit shock,” tambah AKP Lilik.
Sementara itu, evakuasi bus masih terkendala kondisi jalan yang menyulitkan alat derek untuk masuk. Proses penarikan dilakukan secara bertahap.
Kapolsek Gembong juga mengimbau para sopir agar tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi peta digital saat melalui jalur pegunungan.
“Kami sarankan sopir memastikan rute terlebih dahulu dan bertanya pada warga atau petugas jika tidak mengenal medan,” pungkasnya.
Untuk melanjutkan perjalanan ziarah, rombongan telah dijemput dan dipindahkan ke bus pengganti menuju Makam Sunan Muria. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim