Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Janji Tangani Banjir, Bupati Pati Sudewo Bangun Drainase dan Jembatan

Abdul Rochim • Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:40 WIB
PENANGANAN BENCANA: Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Risma Ardi Chandra mengunjungi wilayah terdampak banjir belum lama ini.
PENANGANAN BENCANA: Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Risma Ardi Chandra mengunjungi wilayah terdampak banjir belum lama ini.

PATI - Komitmen penanganan tuntas masalah banjir di wilayah Kecamatan Batangan diungkapkan Bupati Pati Sudewo bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra saat meninjau langsung lokasi banjir.

Tahun 2026 direncanakan beberapa pekerjaan untuk menangani banjir agar tidak terulang lagi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut didampingi perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Bina Marga, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Banjir telah merendam wilayah Desa Ketitangwetan dan Desa Raci selama beberapa hari terakhir.

Pemerintah Kabupaten Pati memastikan penanganan darurat dan langkah jangka panjang akan segera dilakukan agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

Bupati Sudewo menegaskan bahwa solusi permanen sudah disiapkan dan akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

“Penanganan jangka panjang akan dilakukan pada tahun 2026 melalui pembangunan drainase sepanjang 3 kilometer serta peninggian dua jembatan utama agar banjir tak lagi terjadi,” ungkap Bupati Sudewo.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan endapan di aliran sungai sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Berdasarkan hasil analisa lapangan, lanjut Sudewo, banjir di Batangan terjadi akibat dua jembatan yang dinilai terlalu pendek, yaitu Jembatan Kali Gedong di Desa Raci dan Jembatan Kali Ombo di Desa Ketitangwetan.

Kondisi tersebut menghambat aliran air ketika debit meningkat akibat hujan intensitas tinggi.

“Analisa yang kita lakukan, kesimpulannya adalah banjir di Kecamatan Batangan disebabkan dua faktor utama, yaitu jembatan Kali Gedong Desa Raci jembatannya terlalu pendek dan jembatan Kali Ombo di Desa Ketitang Wetan yang jembatannya terlalu pendek,” jelas Sudewo.

Ia menambahkan, saat air naik, ukuran jembatan yang tidak memadai justru berfungsi seperti bendungan.

“Ketika air itu naik, jembatan itu justru menjadi bendung sehingga airnya meluap di pekarangan, permukiman warga maupun di jalur Pantura,” imbuhnya.

Sementara itu terkait tanggul yang jebol langsung ditangani oleh BBWS bersama Dinas PU Kabupaten Pati. (aua)

Editor : Abdul Rochim
#Bupati Pati Sudewo #pati #jembatan #drainase #penanganan banjir di Pati