PATI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menata kembali pasar tradisional mulai menunjukkan langkah nyata.
Bupati Pati, Sudewo, memastikan revitalisasi Pasar Puri segera dimulai dengan tahap awal berupa perbaikan halaman depan seluas 5.000 meter persegi menggunakan aspal hotmix.
Kepastian itu disampaikan Bupati saat melakukan peninjauan langsung di lokasi pada akhir pekan lalu.
Ia mengakui kondisi halaman Pasar Puri memang rusak parah dan tidak layak untuk aktivitas jual beli yang nyaman.
“Saya meninjau langsung aktivitas dan kondisi Pasar Puri. Memang halaman pasar sudah sangat rusak. Minggu depan akan kita tangani dengan pengaspalan hotmix agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli,” ujar Bupati Sudewo.
Menurutnya, perbaikan tahap awal ini hanyalah langkah pertama dari rencana besar revitalisasi Pasar Puri.
Pemkab akan melanjutkan pembenahan total secara bertahap, mulai dari atap, drainase, jalan masuk dan keluar, hingga lorong-lorong dalam pasar.
“Revitalisasi ini tidak berhenti di tahap pertama. Tahun depan akan kami lanjutkan untuk memperbaiki seluruh fasilitas pasar agar semakin representatif,” tegasnya.
Selain Pasar Puri, Pemkab Pati juga berkomitmen melakukan revitalisasi terhadap 20 pasar tradisional lainnya di tahun anggaran 2026.
Fokus pembangunan ini disampaikan Bupati dalam rapat paripurna DPRD Pati terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPS) Tahun 2026, Jumat (24/10).
Program prioritas tahun 2026 akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan, normalisasi sungai, pembenahan pasar tradisional, serta sektor pendidikan dan kesehatan.
“Ada 20 pasar yang kami tangani tahun 2026, termasuk Pasar Puri, Trangkil, Tayu, Bulumanis, Winong I dan II, Juwana Porda, serta Kayen,” jelas Bupati Sudewo.
Langkah revitalisasi ini diharapkan menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Pati dalam meningkatkan kualitas ekonomi rakyat melalui penataan infrastruktur pasar yang lebih modern, aman, dan nyaman.
Editor : Alfian Dani