PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali memicu kerusakan parah pada tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitang Wetan.
Bagian tanggul sepanjang 35 meter ambrol, membuat warga sekitar was-was karena jarak air kini semakin mendekati pemukiman.
Pantauan lapangan pada Sabtu (26/10) menunjukkan kondisi tanggul yang tergerus derasnya arus sungai.
Tanah di sekitar lokasi terkikis hebat, hingga jarak antara bibir sungai dan rumah warga hanya tersisa tiga hingga lima meter.
Kekhawatiran meningkat seiring curah hujan yang hampir setiap hari mengguyur wilayah tersebut.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih besar, aparat Polsek Batangan, Koramil Batangan, dan warga bergotong royong membangun tanggul darurat dari karung tanah.
“Tanggul sementara ini kami buat agar air tidak semakin menggerus dan merembet ke permukiman,” ujar Kapolsek Batangan, Muhammad Setiawan, di lokasi.
Ia menambahkan, jika tak segera ditangani secara permanen, kerusakan dikhawatirkan bisa menjalar ke jalur Pantura Juwana–Rembang yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari titik ambrol.
Sementara itu, Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha, mengungkapkan ambrolnya tanggul bukan kali pertama terjadi.
Tahun sebelumnya, bagian tanggul juga sempat jebol di titik yang hampir sama.
Pemerintah desa telah melayangkan surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas PUPR Kabupaten Pati, namun hingga kini belum mendapat tanggapan serius.
“Tahun lalu sudah kami laporkan. Bahkan kami kirim surat resmi ke BBWS dan PUPR, tapi belum ada respon sampai tanggul kembali ambrol,” ujarnya.
Warga kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan permanen, mengingat posisi tanggul yang kritis dan padat pemukiman.
Selain mengancam rumah penduduk, lokasi tersebut juga menjadi jalur vital penghubung Pantura.
Upaya mitigasi sementara terus dilakukan warga bersama relawan. Namun tanpa langkah struktural dari pihak berwenang, ancaman banjir dan longsor dikhawatirkan akan terus menghantui Desa Ketitang Wetan selama musim hujan.
Editor : Alfian Dani