PATI - Suasana malam di sebuah warung makan di Desa Tanjungsari, Jakenan, mendadak berubah mencekam.
Sekelompok orang datang membawa minuman keras, membuat onar, hingga melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap pemilik warung serta keluarganya.
Kejadian itu terjadi pada Kamis (16/10) siang itu masih menyisakan trauma bagi korban.
Menurut keterangan pemilik warung, peristiwa itu terjadi ketika beberapa orang datang dengan kondisi sudah mabuk dan membawa minuman keras dari luar.
Mereka kemudian mulai berulah dengan memancing keributan di dalam warung.
“Mereka melemparkan kacang dan topi ke arah pelanggan lain yang sedang makan. Untungnya, pelanggan itu tidak terpancing,” ujarnya saat ditemui usai kejadian.
Melihat situasi mulai tak terkendali, pemilik berusaha menutup warung agar tidak terjadi keributan lebih besar.
Namun niat baiknya justru dibalas dengan tindakan kasar. Ia dicegah dan diduga diserang oleh para pelaku.
“Saya ingin menutup warung biar tenang, tapi malah ditahan dan dimaki. Mereka mulai marah-marah dan merusak,” katanya dengan suara bergetar.
Kekacauan pun semakin memuncak ketika adik pemilik warung menjadi korban pelecehan.
Dalam keadaan panik, korban sempat menangis saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Adik saya ditarik jilbabnya, diludahi, dan ketika dia duduk, salah satu dari mereka malah memegang pantatnya,” ungkap pemilik, menahan emosi.
Salah satu pelaku yang disebut berbadan gemuk diduga menjadi provokator utama dalam insiden tersebut.
Tidak hanya keluarga pemilik warung yang menjadi korban, seorang pemilik ruko di sekitar lokasi yang berusaha melerai justru ikut mendapat perlakuan kasar.
“Orang yang mau menolong juga malah diludahi. Mereka benar-benar tidak terkendali,” tambahnya.
Meski pemilik akhirnya berhasil menutup dan mengunci warung, para pelaku masih terus mengamuk di luar.
Suara bentakan dan hantaman terdengar hingga beberapa menit setelahnya, membuat warga sekitar ketakutan.
Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Jakenan Iptu Agus Arifin membenarkan adanya laporan pengrusakan dan dugaan pelecehan di warung makan tersebut.
“Benar, kami sudah menerima laporan terkait peristiwa di warung Bakol Rica. Para terduga pelaku akan segera kami panggil dan periksa. Proses hukum sedang kami jalankan,” tegasnya.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian.
Sementara itu, warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim