PATI – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah pihak di Kabupaten Pati.
Termasuk Polresta Pati dan korban luka yang tengah dirawat di RSUD RAA Soewondo, pascaaksi unjuk rasa menuntut pelengseran Bupati Pati Sudewo pada 13 Agustus lalu.
Pengamatan lapangan tersebut, dilakukan sebagai upaya memeroleh gambaran menyeluruh terkait peristiwa ricuh yang terjadi saat demonstrasi.
Komnas HAM menilai penting untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Baik dari pihak kepolisian yang bertugas mengamankan aksi maupun dari korban yang terdampak.
Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan, dalam pertemuannya dengan jajaran Polresta Pati, pihaknya meminta penjelasan terkait beberapa hal penting.
Di antaranya mengenai jumlah personel yang diterjunkan, satuan-satuan yang terlibat dalam pengamanan, prosedur yang dijalankan selama aksi, serta adanya dugaan tindakan kekerasan di lapangan.
”Kami tidak hanya ingin mengetahui kronologi dari satu sisi. Untuk itu, kami juga mengumpulkan informasi dari korban luka. Untuk memastikan bagaimana kejadian ini mereka alami secara langsung. Semua keterangan yang diperoleh akan kami padukan, agar bisa menghasilkan kesimpulan yang adil dan objektif,” ungkap Pramono.
Selain memverifikasi informasi dari kedua belah pihak, Komnas HAM juga memelajari beragam video dan foto yang beredar di media sosial.
Juga data dari pihak aliansi yang menjadi peserta aksi.
Langkah ini, penting dilakukan agar analisis yang disusun tidak terjebak pada informasi yang sepotong atau bias.
Ia menambahkan, proses klarifikasi masih akan terus dilakukan kepada sejumlah pihak lain. Menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Setelah seluruh tahapan selesai, Komnas HAM akan merumuskan laporan resmi yang berisi temuan, analisis, serta rekomendasi yang nantinya disampaikan ke publik dan pihak terkait. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim