Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

UPDATE Korban Demo Pati: 64 Orang Luka, Polda Jateng Tepis Ada Korban Meninggal Dunia

Abdul Rochim • Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:37 WIB

KIRI-KANAN: Kapolsek Kota Pati, Iptu Heru Purnomo, dan seorang jurnalis bernama Lilik Yuliantoro alami luka akibat unjuk rasa.
KIRI-KANAN: Kapolsek Kota Pati, Iptu Heru Purnomo, dan seorang jurnalis bernama Lilik Yuliantoro alami luka akibat unjuk rasa.

PATI – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan tidak ada korban jiwa dalam aksi demonstrasi besar pada 13 Agustus 2025 di depan Pendopo Kabupaten Pati.

Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kabar simpang siur di media sosial yang menyebut tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan total korban luka mencapai 64 orang.

Baca Juga: Sosok Risma Ardhi Chandra, Wakil Bupati Pati yang Sedang Ramai Diperbincangkan Pasca Demo Kemarin, Berikut Profilnya!

Mereka terdiri dari 7 anggota Polri dan 57 warga yang ikut aksi maupun terdampak bentrokan.

“Sebagian besar korban mengalami luka lebam dan robek kulit, ada juga yang sesak napas akibat paparan gas air mata. Semua sudah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan,” kata Artanto, Rabu (13/8/2025).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, rincian korban sebagai berikut:

Total seluruh pasien: 64 orang.

Artanto menegaskan hasil penelusuran pihaknya tidak menemukan adanya korban meninggal dunia. “Hasil penelusuran nihil, tidak ada korban meninggal dunia sampai saat ini,” tegasnya.

Klarifikasi ini sekaligus membantah kabar yang sempat menyebut tiga orang tewas, yakni dua warga bernama Zara dan Syalwa, serta seorang wartawan Tuturmedia bernama Lilik.

Salah satu korban luka dari pihak kepolisian adalah Kapolsek Kota, Iptu Heru Purnomo.

Ia mengalami sejumlah luka termasuk di bagian kepala, diduga akibat pemukulan oleh massa.

Heru sempat dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif.

Aksi 13 Agustus 2025 sendiri merupakan puncak gelombang protes menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Pati yang disebut mencapai 250 persen.

Ribuan massa memadati Alun-Alun Pati hingga depan pendapa, namun situasi memanas dan berujung bentrokan di beberapa titik. (him)

Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Aksi Provokator, Polisi Tangkap 11 Orang dalam Ricuh Demo Bupati Pati

Editor : Abdul Rochim
#korban jiwa #PBB 250 persen #demo pati #polda jateng #sudewo #korban luka