PATI – Nama Sudewo kini tengah menjadi pusat perhatian publik, menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Kabupaten Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Aksi yang diikuti lebih dari 50 ribu warga itu menuntut Sudewo mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati, dengan alasan kebijakan yang dinilai memberatkan masyarakat.
Termasuk kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Baca Juga: Kemendagri Tunggu Rekomendasi Pemprov Jateng usai Dibentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sudewo
Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai di Alun-Alun Pati berujung ricuh di dua titik: gerbang Pendapa Kabupaten dan Gedung DPRD Pati.
Bentrokan pecah setelah diduga ada pihak luar yang memprovokasi massa.
Polisi mengamankan 11 orang yang dituding sebagai provokator, sementara puluhan orang, termasuk aparat, mengalami luka-luka.
Kericuhan juga menyebabkan kerusakan fasilitas, bahkan pembakaran mobil dinas Provos polisi.
Jejak Karier Sudewo
Lahir di Pati pada 11 Oktober 1968, Sudewo merupakan putra asli Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Jawa Tengah.
Ia menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, setelah sebelumnya lulus dari SMAN 1 Pati.
Perjalanan kariernya dimulai dari bawah. Sudewo pernah menjadi karyawan PT Jaya Construction (1993–1994), sebelum beralih ke sektor pemerintahan.
Ia menjadi tenaga honorer di Departemen PU Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Provinsi Bali (1994–1996), kemudian CPNS di proyek yang sama (1996–1997).
Selanjutnya, ia bertugas di Departemen PU Kanwil Provinsi Jawa Timur (1997–1999), lalu menjadi PNS di Dinas PU Kabupaten Karanganyar (1999–2006).
Pengalaman panjang di bidang infrastruktur membuatnya cukup dikenal di lingkungan birokrasi.
Karier Politik
Sudewo memulai kiprahnya di legislatif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Hingga kini, ia tercatat sudah tiga periode duduk di Senayan, tepatnya di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, dan pembangunan daerah.
Nama Sudewo semakin mencuat di kancah politik lokal saat ia resmi dilantik menjadi Bupati Pati.
Baca Juga: LBH Ansor Dirikan Posko Pengaduan untuk Korban Demo Ricuh di Pati, Ini Alamat dan Nomor WA-nya
Namun, kepemimpinannya menghadapi tantangan berat setelah kebijakan PBB memicu protes luas.
Kemendagri bahkan mengirim tim ke Pati untuk memantau perkembangan, sementara DPRD Pati telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang berpotensi berujung pada proses pemakzulan.
Kini, masa depan politik Sudewo berada di ujung tanduk.
Di tengah sorotan publik dan tekanan politik yang menguat, proses penyelidikan Pansus DPRD Pati akan menjadi penentu nasibnya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati. (*/him)
Baca Juga: Rekaman CCTV Ungkap Aksi Provokator, Polisi Tangkap 11 Orang dalam Ricuh Demo Bupati Pati
Editor : Abdul Rochim