PATI – Aksi demo menuntut sejumlah hal kepada Bupati Pati, Sudewo, digelar hari ini, Rabu (13/8/2025).
Sejak pagi, rombongan massa mulai berdatangan ke Alun-alun Pati menggunakan truk bak terbuka.
Tidak hanya satu, tetapi beberapa truk sudah melintas, di antaranya dari wilayah Sitimulyo yang mengirim tiga truk sekaligus menuju lokasi aksi.
Dalam sebuah video warganet, terlihat para peserta aksi diantar oleh ibu-ibu.
“Emak-emak di rumah wae, dungakno wae,” ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.
Video lain menunjukkan rombongan massa dari Kecamatan Jaken yang juga bergerak menuju pusat kota.
Di kompleks Setda dan Kantor Bupati Pati, seorang pria mengenakan sarung batik, baju koko putih, dan kopiah putih tampak menyiramkan air di sekitar area pendapa.
Penyiraman dimulai dari gerbang utama masuk pendapa hingga halaman Setda, diyakini sebagai bagian dari doa agar aksi berjalan damai.
Pantauan pukul 07.00 WIB, Alun-alun Kabupaten Pati mulai dipadati peserta aksi.
Baca Juga: Hadapi Gelombang Aksi Massa, Halaman Kantor Bupati Pati Disiram Air Doa, Begini Isi Harapannya
Beberapa terlihat memeriksa perlengkapan, sementara sejumlah ibu-ibu membersihkan area dari sampah sisa keramaian malam sebelumnya.
Aksi ini memprotes kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen oleh Pemkab Pati.
Meski kebijakan tersebut telah dibatalkan oleh Bupati Sudewo, peserta aksi tetap menuntut poin-poin lain yang belum terpenuhi.
Demo ini sebelumnya diawali dengan penggalangan donasi di sisi barat pintu masuk pendapa Pemkab Pati.
Pengumpulan air mineral sempat akan ditertibkan Pemkab pada awal Juli, namun mendapat perlawanan dari peserta aksi hingga viral di media sosial.
Dukungan warganet pun mengalir, membuat jumlah donasi membeludak hingga air mineral dalam kardus menumpuk di berbagai titik, termasuk Alun-alun Pati.
Donasi lain berupa hasil bumi juga turut mengalir.
Hingga pagi ini, suasana depan kompleks pendapa masih relatif sepi. Pada pukul 05.02 WIB, hanya terlihat warga yang pulang dari salat Subuh.
Informasinya, mulai pukul 07.00 akses kendaraan roda dua dan roda empat menuju area pendapa akan ditutup.
Di lokasi juga tampak replika keranda, lima kendaraan polisi, serta petugas yang berjaga.
Sejumlah stasiun televisi nasional dan wartawan mulai meliput dari dekat. Beberapa truk pendemo sudah terparkir di sekitar lokasi.
Keamanan pun diperketat dengan pemasangan CCTV tambahan, masing-masing tiga unit di pintu timur dan barat, serta empat unit lainnya di sisi barat kompleks pendapa yang dipasang di batang pohon. him)
Editor : Abdul Rochim