PATI - Menjelang aksi damai yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Polresta Pati menyiapkan strategi pengamanan ketat dengan mengerahkan 2.684 personel gabungan dari berbagai instansi.
Pasukan ini terdiri dari jajaran Polresta Pati, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Jateng, gabungan Direktorat, Bidang, dan Satker Mapolda Jateng, serta personel dari 14 polres, termasuk wilayah eks-Karesidenan Pati dan Polrestabes Semarang.
Kekuatan pengamanan juga diperkuat oleh unsur TNI, Satpol PP Kabupaten Pati, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Damkar, dan instansi pendukung lain.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan, seluruh personel akan bertugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi yang baik.
”Kami memastikan aspirasi masyarakat tetap bisa tersampaikan, tapi tetap dalam koridor hukum dan situasi kondusif,” ujarnya.
Para petugas telah menerima arahan teknis. Termasuk cara menangani potensi provokasi.
Penerapan aturan larangan membawa senjata tajam, senjata api, bahan peledak, minuman keras, narkoba, serta benda yang dapat merusak fasilitas umum akan ditegakkan secara tegas.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak koordinator aksi untuk menyepakati teknis di lapangan.
Sejumlah titik rawan telah dipetakan. Sementara rekayasa lalu lintas disiapkan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar.
Selain itu, tim medis, damkar, dan pasukan pengurai massa siaga penuh untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Ia mengimbau warga yang tidak terlibat aksi untuk menghindari lokasi kegiatan demi mengurangi penumpukan massa dan mencegah potensi gangguan keamanan.
Ia menegaskan, pengamanan ini bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan tanpa gesekan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau supaya pemilik toko yang berada di sekitar lokasi aksi massa untuk tutup sementara. Sebab, menghindari hal yang tak diinginkan.
Ia memastikan, pihak kepolisian akan bersiaga penuh untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa.
”Kami akan menyiapkan personel untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, dan merespons cepat jika ada kejadian yang memerlukan penanganan,” ungkapnya.
Petugas juga mendatangi sejumlah bank dan toko. Ini untuk memberikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan CCTV di sekitar lokasi unjuk rasa. Tujuannya, sebagai langkah pencegahan.
”Pastikan CCTV (di sekitar lokasi aksi massa) selalu aktif. Apalagi saat toko tutup. Ini akan memudahkan pengawasan dan mengurangi risiko kriminalitas," pesannya.
Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menuturkan, pihaknya ingin semua pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan memahami risiko yang mungkin timbul. Kemudian bisa mengambil langkah antisipasi.
”Kami menyampaikan agar pedagang dan pelaku usaha dapat menutup sementara usahanya saat kegiatan orasi berlangsung. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kompol Riki.
Ia menambahkan, himbauan tersebut tidak bersifat memaksa. Melainkan untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama.
Ia juga memastikan, pihak kepolisian akan bersiaga penuh untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa.
”Kami akan menyiapkan personel untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, dan merespons cepat jika ada kejadian yang memerlukan penanganan,” ungkapnya.
Mengenai personel, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menambahkan, pengamanan akan dilakukan secara profesional dan mengedepankan pendekatan humanis.
”Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik, agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan,” ujarnya.
Seluruh petugas telah mendapatkan arahan teknis dan mental. Ini agar dapat bertugas sesuai prosedur.
”Kami pastikan seluruh personel memahami SOP (standar operasional prosedur). Termasuk bagaimana menghadapi potensi provokasi di lapangan,” katanya.
Pengamanan ini juga disertai imbauan tegas kepada peserta aksi maupun masyarakat umum untuk tidak membawa benda-benda terlarang.
Daftar larangan meliputi minuman keras atau narkoba, senjata tajam atau senjata api, bahan peledak atau petasan, alat perusak fasilitas umum seperti batu, balok kayu, besi, botol, serta benda berbahaya lain yang berpotensi memicu provokasi.
Selain itu, pihaknya juga membuka jalur komunikasi dengan koordinator aksi untuk menyepakati teknis pelaksanaan di lapangan.
”Pendekatan dialogis menjadi kunci. Kami ingin memastikan aspirasi bisa tersampaikan, tapi tetap dalam koridor hukum,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Ia menambahkan, pihaknya telah memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.
”Kami akan tempatkan personel di persimpangan dan jalur-jalur utama. Harapannya, warga yang tidak terlibat aksi tetap bisa beraktivitas normal,” ungkapnya.
Dia mengimbau para personel yang berjaga agar tidak terpancing provokasi.
”Tugas kami adalah menjaga, melindungi, dan mengayomi. Gunakan pendekatan persuasif terlebih dahulu sebelum langkah penegakan hukum,” pesannya.
Sebagai bagian dari pengamanan, Polresta Pati juga menyiagakan tim medis, pemadam kebakaran, serta tim pengurai massa jika terjadi penumpukan atau gesekan di lapangan.
”Kami siapkan semua skenario. Termasuk penanganan keadaan darurat. Keselamatan adalah prioritas,” katanya.
Ia menegaskan, pengamanan ini bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman.
”Kami hormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tapi harus dilakukan sesuai aturan,” tandasnya. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim