PATI – Hari ini, kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati atau depan kantor bupati bakal dipenuhi massa.
Bahkan, dimungkinkan jumlahnya hingga mencapai 100 ribu orang.
Mereka menyuarakan agar sejumlah kebijakan Bupati Pati Sudewo yang dianggap menyulitkan warga dicabut penuh.
Alun-alun Kabupaten Pati sendiri, hingga kemarin dipenuhi ribuan kardus air mineral dari donasi untuk kepeluan aksi massa.
Selain itu, juga ada berbagai spanduk bernada protes.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, sejumlah spanduk dan baliho sudah terpasang di depan kantor bupati dan area alun-alun.
Beberapa di antaranya bertuliskan ”KPK Usut Tuntas” dan ”Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo.”
Tak hanya itu, perantau dari Kalimantan Timur juga bakal hadir. Wong asli Pati yang bekerja di luar Jawa itu, memenuhi panggilan untuk berunjuk rasa.
”Sedangkan bantuan seperti air mineral tak hanya dari Pati. Ada dari Jakarta, Jogjakarta, bahkan luar negeri,” kata salah satu inisiator demo Supriyono atau yang akrab disapa Botok.
Di samping itu, rombongan mahasiswa dari Semarang juga bakal hadir pagi ini.
”Banyak, Bang (yang ikut demo). Besok pagi mereka datang," ujar salah satu pendemo yang tak ingin disebut namanya.
Sementara itu, Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu Teguh Istyanto menyebut, pihaknya telah menerima sumbangan ribuan kardus air mineral yang akan didistribusikan di titik-titik strategis sekitar alun-alun.
Selain itu, panitia juga akan mendirikan posko evakuasi dan dapur umum.
”Semua wilayah kami taruh air mineral. Kami pasang tempat tratak untuk evakuasi dan dapur umum,” ujar Teguh.
Menurutnya, aksi tetap digelar karena masyarakat sudah terlanjur kecewa dengan berbagai kebijakan Bupati Sudewo.
Kebijakan tersebut, antara lain lima hari sekolah, regrouping sekolah yang berdampak pada hilangnya pekerjaan guru honorer, hingga putus hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan honorer RSUD RAA Soewondo Pati.
Ia memperkirakan, jumlah peserta demo bisa mencapai 100 ribu orang. Tidak hanya dari Pati, tetapi juga dari Semarang, Jogjakarta, Jakarta, Kalimantan, bahkan luar negeri.
Sementara itu, Bupati Pati Sudewo telah menyampaikan permintaan maaf terkait ucapannya yang dinilai menantang massa untuk hadir demo menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Sama sekali tidak ada maksud menantang rakyat,” tegasnya.
Sudewo berharap aksi hari ini dapat berlangsung damai, tertib, dan murni menyampaikan aspirasi, tanpa dimanfaatkan pihak-pihak berkepentingan.
Saat wartawan koran ini di Alun-alun Simpang Lima kemarin, posko donasi dipenuhi warga. Ratusan orang lalu lalang.
Bahkan, terlihat kendaraan bajaj berplat Jakarta mengitari Alun-alun Simpang Lima Pati.
Dia Paijan (65) yang datang dari di Jakarta dengan memulai perjalanan Senin (11/8) sore.
Bukan sekadar perjalanan biasa, dia langsung mengendarao bajaj. Sebab kesehariannya memang menarik bajaj.
Pria asli Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, ini, rela menempuh perjalanan ratusan kilometer selama 12 jam menuju kampung halamannya.
Tujuannya jelas, mengantarkan puluhan dus air mineral untuk mendukung aksi unjuk rasa besar yang digelar hari ini.
”Saya merantau ke Jakarta sudah sejak 1978 silam,” ujarnya.
Paijan mengaku tak pernah ragu mengambil langkah ini. ”Saya ikhlas. Ini untuk mendukung massa yang bergerak, mendukung aksi ini,” tegasnya.
Sesampainya di Pati, kemarin siang, Paijan langsung menuju posko donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di depan Kantor Bupati Pati.
Satu per satu dus air mineral ia turunkan dari bajaj. Di sekelilingnya, tumpukan bantuan serupa sudah menggunung.
Baginya, kehadiran di Bumi Mina Tani bukan hanya soal mengirim donasi. Ia ingin menyampaikan pesan tegas kepada pemimpin daerahnya.
”Bupati itu kan jabatan untuk melayani masyarakat. Bukan untuk dirinya sendiri. Belum setahun menjabat saja sudah seenaknya sendiri. Tidak prorakyat,” ucapnya lantang.
Di hari yang sama, donasi terus mengalir ke posko. Inisiator aliansi, Ahmad Husein menyebut, total bantuan air mineral sudah melebihi 15 ribu kardus.
Tumpukan itu, memenuhi area luar pagar kantor bupati, dari sisi depan, samping timur, hingga jalur pedestrian bundaran Alun-alun Pati dan trotoar depan gedung DPRD. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim