PATI - Warga Desa Bageng dan Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati secara bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang menjadi akses utama penghubung kedua desa.
Warga geram karena jalan tak kunjung diperbaiki.
Jalan yang merupakan aset kabupaten ini telah rusak parah selama lebih dari dua tahun tanpa adanya perbaikan dari pemerintah, bahkan kerap menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan metode pengecoran beton.
“Warga swadaya sedang membangun jalan yang sudah lama rusak. Jalan ini sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kegiatan ini murni dari inisiatif masyarakat Desa Bageng dan Klakahkasihan,” ujar Nur Rohman, tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, warga sudah tidak bisa lagi menunggu tindakan dari pemerintah karena kerusakan jalan semakin membahayakan pengendara.
“Kalau nunggu pemerintah ya terlalu rusak parah. Ini sudah lebih dari dua tahun rusaknya,” lanjutnya.
Untuk mendanai perbaikan, warga dari dua desa tersebut mengumpulkan dana iuran secara sukarela, total mencapai Rp60 juta. Iuran dibagi dalam tiga golongan.
Meliputi, Rp150 ribu untuk golongan A, Rp100 ribu untuk golongan B, dan Rp50 ribu untuk golongan C.
Perbaikan dilakukan dalam dua tahap untuk ruas jalan sepanjang total 180 meter.
Kepala Dusun Bageng, Taufik, menyampaikan bahwa kondisi jalan sangat membahayakan, apalagi saat musim hujan. Lubang-lubang di jalan yang tertutup air memiliki kedalaman hingga 30 cm.
“Kalau musim hujan lubangnya tidak terlihat, kedalamannya sampai 30 cm,” jelasnya.
Ia menambahkan, jalan tersebut sebenarnya merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bageng dengan kawasan wisata Jolong.
“Sebenarnya ada alokasi anggaran Rp60 miliar dari DPUPR, tapi hanya untuk perbaikan di dekat Jolong, tidak sampai ke sini,” ungkap Taufik.
Menanggapi aksi warga tersebut, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meminta warga bersabar.
Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan di Kabupaten Pati sudah dianggarkan, hanya saja pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Sabar ya, karena anggaran jalan ini sudah pasti. Semua jalan-jalan di Pati sudah dianggarkan, cuma memang menunggu waktunya saja,” jelas Chandra saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari Bhayangkara di Polresta Pati, Selasa (1/7).
Ia mengakui tidak mungkin seluruh ruas jalan bisa diperbaiki sekaligus dalam satu tahun anggaran.
Menurutnya, penganggaran telah dilakukan untuk sejumlah ruas jalan pada tahun 2025, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada 2026.
“Ya intinya diajak sabar. Kan nggak mungkin langsung jadi semua di anggaran tahun 2025 ini,” katanya.
Chandra juga menyebut, selama masa jabatannya, Pemerintah Kabupaten Pati telah memperbaiki setidaknya 90 ruas jalan kabupaten.
“Secara totalnya ada 90 ruas jalan Kabupaten Pati yang sudah kami perbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa perbaikan jalan Bageng–Jolong sudah masuk dalam rencana dengan nilai anggaran sebesar Rp9 miliar.
Namun, tahun ini perbaikan baru mencakup ruas Jolong menuju Klakahkasihan.
“Untuk tahun ini sudah ada pekerjaan jalan Bageng ke Jolong dengan nilai Rp9 miliar, dimulai dari Jolong menuju Klakahkasian. Sedangkan ruas Bageng akan diusulkan tahun depan agar tuntas,” kata Hasto saat dikonfirmasi.
Dengan demikian, warga Desa Bageng diharapkan bersabar menunggu giliran perbaikan jalan dari pemerintah yang direncanakan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. (adr/amr)
Editor : Syaiful Amri