Ruas jalan kabupaten yang sebelumnya rusak parah kini telah diperbaiki total, tidak tambal sulam.
Sebagian besar menggunakan cor beton dan sisanya aspal hotmix dengan lebar mencapai 6 meter.
Tak ditemukan lagi lubang atau kerusakan yang mengganggu seperti sebelumnya.
Saat ini sepanjang jalan dari Jalan Yuwono Tayu Kulon hingga Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti yang berbatasan dengan Kabupaten Jepara telah mulus.
Transformasi ini benar-benar kontras dibandingkan kondisi pada awal tahun 2025.
Kala itu, ruas jalan Tayu–Puncel sempat dijuluki warga sebagai "kali asat" karena jalan yang berlubang digenangi air dan bercampur lumpur.
Tak tahan dengan kerusakan yang terus-menerus, warga bahkan sempat menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang di sekitar Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti, Desa Alasdowo, pada 9 Januari 2025.
Kini, kondisi tersebut tinggal kenangan.
Jalan yang dulunya menjadi keluhan, kini menjadi kebanggaan warga.
Salah seorang sopir dump truk di Dukuhseti mengungkapkan rasa syukurnya.
“Sekarang jalannya sudah mulus. Bekerja jadi lancar, solar juga irit. Dulu wisata seribu jeglongan, sekarang jadi alus,” katanya saat berjumpa dengan Bupati Pati Sudewo yang melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah SD di Dukuhseti, Kamis (19/6).
Muhamad Yusuf, seorang guru SD di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, turut merasakan manfaat besar dari perbaikan jalan tersebut.
“Saya biasanya menghabiskan waktu lebih dari 30 - 40 menit dari Tayu. Sekarang lebih cepat dan lebih nyaman. Jalan yang bagus ini sangat membantu aktivitas sehari-hari. Kemarin saat rusak parah memang sangat merepotkan sekali,” ujar warga Desa Keboromo Tayu ini.
Bupati Pati, Sudewo, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, jalan dari Tayu sampai batas Jepara kini sudah halus. Lalu lintas lancar, perjalanan pun jadi nyaman,” ungkapnya.
Perbaikan jalan ini bukan hanya mempermudah aktivitas warga, tapi juga diprediksi akan meningkatkan mobilitas barang dan jasa di kawasan utara Pati.
Harapannya, infrastruktur yang baik bisa menjadi pendorong kemajuan ekonomi di wilayah perbatasan. (aua/amr)
Editor : Syaiful Amri