KOTA - Kebakaran melanda sebuah rumah sekaligus gudang peralatan dekorasi hajatan milik Mukhamad Yusmani (44), warga Desa Bermi, RT 2, RW 8, Gembong pada Kamis (12/6).
Peristiwa ini menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan rumah serta isi gudang yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan dekorasi acara hajatan, termasuk satu unit mobil pikap yang terparkir di area tersebut.
Ketua Tim Rescue BNPB Kabupaten Pati, David Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pada pagi hari.
Tim segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Laporan kebakaran kami terima sekitar pukul 09.30 WIB. Api membakar rumah yang juga berfungsi sebagai gudang perlengkapan dekorasi hajatan,” jelas David di lokasi kejadian.
Menurut David, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan tak jauh dari lokasi kejadian.
Api yang awalnya kecil kemudian merambat dan membakar bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan mudah terbakar.
“Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api lalu merembet ke rumah dan gudang di dekatnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Hasim, salah seorang warga yang ikut membantu proses pemadaman.
Ia membenarkan bahwa api awalnya muncul dari area tempat pembakaran sampah.
Karena banyaknya material mudah terbakar seperti kayu dan triplek di lokasi, api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah dan gudang.
“Api memang berasal dari pembakaran sampah. Karena banyak bahan kayu dan triplek, apinya langsung membesar,” ungkap Hasim.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
Api berhasil dijinakkan berkat kerja sama antara petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, warga sekitar, serta anggota TNI dan Polri yang turut membantu di lapangan.
Meski kebakaran ini menyebabkan kerugian materi cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh anggota keluarga pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Namun demikian, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan api, terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran. (adr)
Editor : Abdul Rochim