Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Banjir Rob di Tayu Pati Berangsur Surut, Tambak Ikan Banyak yang Rusak Parah

Andre Faidhil Falah • Selasa, 10 Juni 2025 | 20:40 WIB
BANJIR: Warga Desa Tunggulsari, Tayu bertahan di kediamannya kemarin.
BANJIR: Warga Desa Tunggulsari, Tayu bertahan di kediamannya kemarin.

PATI - Banjir rob yang melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tayu dalam tiga minggu terakhir menyebabkan kerusakan parah pada tambak-tambak ikan milik warga.

Kini banjir itu berangsur surut.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Sutarno, menjelaskan bahwa meskipun kondisi genangan rob sudah mulai surut, dampaknya masih sangat dirasakan warga, terutama para petambak.

“Sampai pagi ini, tinggal lima rumah warga yang halamannya masih tergenang banjir rob. Sebelumnya, ada 36 rumah yang terdampak di Desa Tunggulsari,” ungkap Sutarno.

Ia menyebutkan, banjir rob tersebut telah merendam dan merusak tambak ikan di delapan desa di Kecamatan Tayu.

Desa-desa yang terdampak antara lain Margotuhu, Jepat Lor, Jepat Kidul, Margomulyo, Keboromo, Tunggulsari, dan dua desa lainnya.

“Tambak-tambak di wilayah itu mengalami gagal panen. Total kerugiannya hampir mencapai Rp 33 miliar,” tegas Sutarno.

Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD Pati telah menyalurkan bantuan makanan bagi warga yang rumahnya tergenang.

Tercatat sebanyak 680 kilogram beras telah dibagikan kepada 136 rumah, masing-masing menerima lima kilogram.

Bantuan tambahan juga diberikan khusus untuk 36 rumah yang terdampak paling parah.

Selain bantuan logistik, BPBD juga mengupayakan solusi teknis untuk mempercepat surutnya banjir.

Salah satunya dengan mengerahkan perahu bermesin untuk membantu mengatasi sedimentasi lumpur di wilayah hilir sungai.

Mesin perahu dioperasikan untuk mendorong lumpur agar mengalir ke hilir sehingga memperlancar aliran air.

“Kondisi sungai sekarang sudah lebih lancar karena air laut tidak dalam kondisi pasang. Jadi, air banjir bisa kembali mengalir ke sungai,” jelas Sutarno.

Banjir tersebut paling parah melanda wilayah RT 5 RW 1, yang berada di dekat tambak ikan.

Setyo menyebutkan, terdapat 36 rumah warga di kawasan itu yang terdampak paling parah.

“Warga RT 5 yang rumahnya berada di dekat tambak kondisinya jauh lebih parah dibandingkan kemarin. Ini sudah berangsur surut,” jelas Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi.

Sementara itu, Ahmad Karnawi, seorang petani tambak di Tunggulsari, turut mengeluhkan kondisi ini.

Ia menyebutkan bahwa rob kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

“Puncaknya pada Jumat, 23 Mei. Air rob menenggelamkan sekitar 120 hektare tambak ikan nila dengan kerugian lebih dari Rp 1 miliar,” kata Karnawi.

Ia juga menambahkan, jebolnya tanggul di sisi timur desa turut memperparah banjir.

Air meluap ke permukiman warga, dengan ketinggian genangan mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Bahkan, kawasan mangrove ikut rusak akibat gelombang tinggi.

Saat ini, air rob mulai berangsur surut, namun warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. (adr/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#Bupati Pati Sudewo #pati #tambak ikan #Tayu pati #banjir rob #Tayu