PATI - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati akan mendapatkan bantuan pengembangan pertanian kelapa "dalam" seluas 100 hektare.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian, khususnya komoditas kelapa dalam.
“Ke depan akan ada bantuan pengembangan pertanian, dan salah satunya adalah pengembangan kelapa dalam seluas 100 hektare, kita konsentrasikan di wilayah Pati utara ,” ujar Firman usai menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah berupa alat mesin pertanian pekan kemarin di pendopo kabupaten.
Firman menjelaskan bahwa meskipun saat ini produksi kelapa nasional telah mencapai angka yang cukup besar, yaitu sekitar 14 miliar butir per tahun, namun potensi defisit tetap mengintai jika tidak ada langkah pengembangan lanjutan.
“Produksi kita secara nasional memang sudah 14 miliar biji. Tapi kalau tidak dikembangkan lagi, kita bisa mengalami defisit. Apalagi sekarang negara seperti Cina mulai melakukan impor besar-besaran dari Indonesia,” tegasnya.
Untuk itu, program pengembangan kelapa dalam ini akan difokuskan di wilayah utara Kabupaten Pati, yang selama ini dinilai sukses dalam budidaya kelapa, terutama kelapa kopyor.
Wilayah seperti Tayu dan Dukuhseti akan menjadi lokasi utama program tersebut.
“Kita akan kembangkan di wilayah utara karena di sana selama ini penanaman kelapa sudah terbukti berhasil. Kelapa kopyor banyak tumbuh di sana, dan ini jadi bukti bahwa daerah tersebut cocok untuk pengembangan kelapa dalam,” jelas Firman.
Diharapkan dari program bantuan itu nantinya produksi kelapa dari Pati diharapkan dapat menyumbang secara signifikan terhadap pencapaian target produksi nasional.
Ini penting baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor yang strategis.
Selain bantuan untuk sektor kelapa, Firman juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan ada tambahan program bantuan lainnya yang menyasar sektor peternakan dan pemberdayaan perempuan, khususnya melalui kelompok wanita tani (KWT).
“Nanti juga akan menyusul paket bantuan peternakan dan pengembangan wanita tani. Ini semua kita siapkan agar sektor pertanian di Pati makin kuat dan berdaya saing,” pungkasnya. (aua/amr)
Editor : Syaiful Amri