Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gebrakan 100 Hari Bupati Sudewo dan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, Apa Saja Yang Telah Dicapai?

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 31 Mei 2025 | 19:17 WIB

TELADAN : Bupati Pati Sudewo saat melakukan kunjungan ke SD Pati Kidul untuk memastikan kebijakan Pendidikan berjalan dengan baik.
TELADAN : Bupati Pati Sudewo saat melakukan kunjungan ke SD Pati Kidul untuk memastikan kebijakan Pendidikan berjalan dengan baik.
PATI - Gebrakan Bupati Pati Sudewo terbilang berhasil dalam membangun Kabupaten Pati dalam 100 hari pertama pemerintahannya bersama Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Jalan Rusak “Disulap” jadi Mulus.

Salah satu yang menonjol adalah perbaikan jalan. Puluhan jalan yang rusak selama bertahun-tahun akhirnya mendapat sentuhan tangan dingin Sudewo.

Total pada tahun 2025 ada 81 titik ruas jalan yang direhabilitasi.

Saat ini yang sudah terlaksana ada di 10 titik.

Rehabilitasi jalan ini akan dikerjakan secara bertahap sampai akhir tahun 2025, dan akan dilanjutkan kembali tahun 2026.

“Di tahun 2025 ada 81 ruas jalan, penanganan secara tuntas dengan kontruksi kuat. Dengan perkiraan umur pelayanan jangka panjang sesuai perencanaan bisa 10 tahun lebih baru ada penanganan kecil,” ungkap Sudewo, Jumat (23/5).

Keberhasilan ini tidak lepas dari kepiawaian mantan anggota DPR RI Komisi V ini dalam menata anggaran.

Dari semula anggaran perbaikan jalan maupun infrastruktur lainnya hanya di angka 40 miliar, kemudian ditata ulang dalam kebijakan efisiensi menjadi 330 miliar.

Kebijakan realokasi anggaran ini membuat pemerintahan Bupati Pati Sudewo dapat melaksanakan perbaikan jalan secara penuh dan besar-besaran.

Di tahap pertama ini jalan yang sedang proses perbaikan ada 3 koridor yang berisi 10 ruas jalan total panjang jalan 21 kilometer, dengan anggaran Rp 67 miliar. (aua)

Optimalkan CSR, Tahun Pertama Beri Beasiswa 230 Anak

Bupati Pati, Sudewo, menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi sektor pendidikan di wilayahnya.

Oleh karena itu, ia menangani persoalan pendidikan secara serius, dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kalangan tidak mampu.

“Pendidikan adalah masa depan. Murid-murid harus belajar dengan tekun, ulet, dan bermental baja agar mampu bersaing,” ujar Sudewo.

Sebagai bentuk nyata kepeduliannya, Sudewo secara langsung mengupayakan dana beasiswa untuk anak-anak kurang mampu di Kabupaten Pati untuk mengenyam pendidikan di perguran tinggi.

Tahun ini, sebanyak 230 anak akan menerima beasiswa bulanan dengan kontrak selama empat tahun.

“Lihat saja daerah lain atau pemimpin sebelumnya. Saya tidak tinggal diam, saya cari uang sendiri untuk program beasiswa ini,” tegasnya.

Besaran beasiswa yang diberikan pun bervariasi, disesuaikan dengan kondisi ekonomi penerima.

Siswa dari keluarga kurang mampu menerima Rp1 juta per bulan.

Siswa dari keluarga miskin ekstrem menerima Rp1,5 juta per bulan.

Sedangkan untuk jurusan kedokteran mendapatkan Rp2,5 juta per bulan.

Untuk mendanai program ini, Sudewo menggandeng pihak swasta dengan mengoptinalkan dana CSR.

Seperti CSR Bank Jateng.

Juga PG Trangkil yang menyisihkan Rp1 miliar dari total Rp2 miliar bantuan sosialnya untuk pendidikan di Kabupaten Pati.

Selain itu, Bupati menceritakan bahwa ada perusahaan Juipfa Internasional di Juwana yang datang sendiri secara langsung menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar di Pendopo Kabupaten untuk beasiswa pendidikan.

Tak hanya itu, berbagai bank kecil juga turut menyumbang dengan total sekitar Rp1,5 miliar, sementara dana Baznas Kabupaten Pati setiap bulan sebesar Rp500 juta juga dialokasikan untuk program beasiswa.

Dengan total anggaran yang terkumpul, Sudewo optimis program ini akan berkelanjutan.

“Untuk tahun 2025, dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup untuk 230 anak. Pada tahun ajaran 2026/2027, penerima akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat. Tahun 2028, target kami minimal 750 anak, dan di tahun keempat minimal 1.000 anak akan menerima beasiswa,” jelasnya.

Bupati mengaku akan menggunakan anggaran ini secara transparan dan akuntabel.

Tidak ada selembar uang pun yang akan masuk ke kantong Bupati Pati.

Selain memberikan beasiswa, banyak kebijakan lain di sektor pendidikan.

Dengan target untuk mewujudkan SDM unggul dan berkarakter, Bupati mengeluarkan kebijakan untuk anak sekolah wajib hafal lagu patriotik, Bupati juga menciptakan kata-kata mutiara sebagai penyemangat belajar, yang telah dipatenkan oleh Kementerian Hukum.

Wujudkan Swasembada Pangan dengan Program Panen 10 Ton per Hektare

Kondisi jalan yang sudah terlihat mulus di wilayah Kecamatan Dukuhseti belum lama ini.
Kondisi jalan yang sudah terlihat mulus di wilayah Kecamatan Dukuhseti belum lama ini.

Di sektor pertanian, Sudewo menegaskan pentingnya swasembada pangan yang juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Ia menyoroti bahwa peningkatan produksi padi harus berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan petani juga.

“Produksi padi meningkat harus terkonversi menjadi peningkatan kesejahteraan petani.

Tagline-nya, panen 10 ton bisa tiap hektare. Yang penting bagaimana cost produksi turun, salah satunya dengan modernisasi alat pertanian,” ujarnya.

Langkah nyata untuk mewujudkan program ini telah dilakukan oleh Bupati Pati Sudewo, diantaranya mengumpulkan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) diminta untuk terlibat aktif dalam mendampingi dan mengarahkan para petani.

Selain itu program panen 10 ton per hektare ini juga mendapat dukungan langsung dari Kodim 0718/Pati bersama Polresta Pati.

Dimana personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan turun langsung untuk memastikan program dari Bupati Pati ini sukses.

Pendampingan dilakukan dari mulai masa tanam, perawatan hingga masa panennya.
Diketahui swasembada pangan ini merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Bupati Sudewo berambisi ada peningkatan produksi padi di Kabupaten Pati, dari semula rata-rata hanya 5,6 ton per hektare, diupayakan bertambah menjadi minimal 10 ton per hektare.

“Beberapa petani di Desa Karangwage Kecamatan Trangkil sejak 2019 bisa memproduksi panen 10 ton lebih per hektare. Namun hanya di desa itu, belum meluas ke desa-desa lainnya. Seharusnya desa lain bisa seperti di Karangwage ini,” ungkap Sudewo.

Kondisi jalan yang telah mulus dengan material cor beton sudah bisa dinikmati oleh warga.
Kondisi jalan yang telah mulus dengan material cor beton sudah bisa dinikmati oleh warga.

Di sektor perkebunan, Bupati Pati Sudewo telah menunaikan janjinya untuk memberikan bibit durian kualitas super yaitu musangking dan duri hitam di Gunungwungkal, melalui optimalisasi dari CSR BUMN.

Kedepan Bupati berharap Gunungwungkal akan menjadi sentra durian kelas premium, sehingga akan turut meningkatkan perekonomian petani sekitar.

Total ada Sebanyak 2.600-an bibit durian Musangking dan Duri Hitam telah disalurkan kepada kelompok tani setempat, dengan harapan produksi durian unggul ini akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Pati.

Selain itu pemerintah daerah juga terus menggenjot pemasaran produk-produk unggulan di Kabupaten Pati seperti jeruk pamelo.

Hal itu seperti yang dilakukan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra yang menggandeng Sinar Mas Grup untuk memaksimalkan pemasaran jeruk pamelo di Jakarta, melalui jaringan supermarket milik Sinar Mas Grup. (aua/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra #Bupati Pati Sudewo #pati #pendidikan #jalan mulus #100 hari kerja #csr #swasembada pangan