Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Wacana Lima Hari Sekolah, DPRD Pati Akan Panggil Disdikbud

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 31 Mei 2025 | 18:48 WIB

DUDUK: Siswa di salah satu sekolahan di Pati sedang belajar di ruang kelas belum lama ini.
DUDUK: Siswa di salah satu sekolahan di Pati sedang belajar di ruang kelas belum lama ini.
PATI - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Ini guna meminta penjelasan terkait rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah.

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya akan menelusuri lebih jauh dasar kebijakan tersebut serta dampak yang ditimbulkannya, baik dari sisi manfaat maupun potensi kendala bagi siswa.

“Kita akan panggil Disdikbud. Nanti akan kita tanyakan, apa dasar kebijakan ini, apa manfaatnya. Kalau hasil uji cobanya baik, ya bisa dilanjutkan. Tapi kalau ternyata malah merepotkan anak-anak, lebih baik dihentikan,” ujar Bandang.

Sebelum melakukan pemanggilan, Komisi D akan melakukan kajian internal terlebih dahulu untuk memahami lebih dalam konsep lima hari sekolah dari sudut pandang legislatif.

“Kita akan kaji dulu, bagaimana sudut pandang Komisi D terhadap kebijakan ini. Setelah itu baru kita minta penjelasan resmi dari Disdikbud,” jelasnya.

Bandang juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi terganggunya kegiatan pendidikan nonformal seperti Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) jika kebijakan lima hari sekolah diberlakukan.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Abdul Hamid, menegaskan bahwa wacana lima hari sekolah masih sebatas rencana dan belum diterapkan secara resmi.

“Secara institusional, kami belum bisa merespon karena itu masih berupa wacana dari Pak Bupati. Kami juga belum menerima naskah akademik atau konsep detail mengenai kebijakan tersebut,” terang Hamid.

Ia menambahkan, Kemenag Pati pada prinsipnya akan mendukung program tersebut selama tidak mengganggu kegiatan pendidikan keagamaan seperti TPQ dan Madin.

“Selama konsep lima hari sekolah tidak mencederai pendidikan TPQ, Madin, dan lembaga pendidikan lainnya, kami siap mendukung,” ujarnya.

Hamid menilai bahwa gagasan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Pati untuk memperkuat karakter siswa.

 

Namun demikian, ia menekankan bahwa rencana ini masih terus bergulir dan belum bersifat final.

“Intinya, gagasan Pak Bupati diarahkan untuk penguatan karakter siswa. Tapi saat ini masih berupa wacana dan belum final,” tutupnya. (adr/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#Bupati Pati Sudewo #pati #dprd pati #sekolah #5 hari sekolah