Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sosok Wahyu Supriyo, Kepala Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana, Bangun Kios Kuliner dan Ekonomi Kreatif, Tingkatkan Perekonomian Warga

Achmad Ulil Albab • Senin, 12 Mei 2025 | 16:55 WIB
KREATIF : Momen peresmian kios kuliner dan ekonomi kreatif di Taman Batik Bakaran Event lari yang digelar di area Taman Batik Bakaran yang digadang menjadi sentra kegiatan masyarakat.
KREATIF : Momen peresmian kios kuliner dan ekonomi kreatif di Taman Batik Bakaran Event lari yang digelar di area Taman Batik Bakaran yang digadang menjadi sentra kegiatan masyarakat.

PATI, RADARPATI.ID - Gebrakan demi gebrakan terus dilakukan Wahyu Supriyo setelah menjabat sebagai Kepala Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana.

Wahyu Supriyo resmi menjadi kepala desa pada tahun 2020 lalu.

Ide-ide besarnya untuk membangun desa telah banyak ia tuangkan selama ini.

Dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan sebagai pusatnya batik tulis Bakaran, berbagai upaya dilakukan untuk memajukan desa.

Diketahui desa ini merupakan salah satu sentra pengrajin batik tulis Bakaran yang merupakan salah satu batik tulis khas Pati paling ikonik dan populer.

Ada ratusan lebih pembatik di des aini.

Salah satu gebrakan yang dilakukan Wahyu Supriyo adalah dengan membangun kios kuliner dan ekonomi kreatif.

Yang berlokasi di Taman Batik Bakaran Desa Bakaran Wetan di desa setempat.

Di tempat ini dibangun sejumlah kios kuliner yang menjual beragam makanan.

Dari kuliner tradisional hingga jajanan kekinian.

“Alhamdulillah sudah terlaksana peresmian kios kuliner dan ekonomi kreatif ini. Semoga mampu meningkatkan perekonomian di Desa Bakaran khususnya dan yang pasti semoga membawa berkah dan manfaat,” ungkap Wahyu Supriyo.

Diketahui taman batik tersebut juga merupakan bagian dari tangan dingin kepala desa muda kelahiran 20 November 1993 ini.

Taman batik ini memiliki ikon berupa tugu-tugu yang bermotifkan batik.

Berhias dengan lampu warna-warni yang indah.

Pada momen bulan puasa kemarin juga digelar event lari di area taman tersebut, yang berhasil menyedot antusiasme warga Juwana dan sekitarnya.

“Taman Batik Bakaran ini juga dibangun untuk menjadi sentra kegiatan masyarakat yang positif,” imbuhnya.

SERU : Anak-anak mengikuti kegiatan di area museum batik tulis Bakaran.
SERU : Anak-anak mengikuti kegiatan di area museum batik tulis Bakaran.

Sebelumnya Wahyu Supriyo juga menginisiasi pendirian museum batik Bakaran, yang saat ini menjadi pusat edukasi dan penjualan batik tulis Bakaran.

Di museum ini tersimpan aneka barang-barang untuk memproduksi batik seperti canting dan peralatan lainnya.

Selain itu untuk meramaikan desa sekaligus menggerakkan perekonomian, setiap tahun juga digelar Festival Batik Bakaran dalam memeriahkan hari batik nasional.

Beragam kegiatan digelar, seperti lomba fashion show, pameran dan promo batik tulis Bakaran, bazar UMKM hingga lomba pewarnaan batik untuk anak sekolah.

Event ini sekaligus memantapkan Desa Bakaran Wetan sebagai desa wisata dengan potensi unggulannya berupa pesona budaya batik tulis Bakaran yang dikenal sebagai warisan budaya era Majapahit. (aua/amr)

 

 

Editor : Syaiful Amri
#juwana #pati #Bakaran Wetan #Taman Batik #kepala desa #batik bakaran pati #ekonomi kreatif