PATI – Dampak dari efisiensi anggaran turut berpengaruh pada kegiatan pelatihan kerja yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati.
melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK). Hingga saat ini belum ada kejelasan jalannya program ini.
“Ya tahun 2025 tidak ada kegiatan. Karena efisiensi. Saya sudah laporan ke Pak Bupati. Disuruh tunggu dulu,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati Bambang Agus Yunianto kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Sebelumnya kegiatan pelatihan kerja, lanjut Bambang Agus, sempat dilakukan pada Februari lalu.
Ada sebanyak 5 kejuruan. Diantaranya menjahit, membatik, las, komputer, dan bubut wd.
“Kemarin sempat jalan sekali satu angkatan. Kemudian ini berhenti, bahasanya dipending. Harusnya ada 12 kejuaran untuk pelatihan yang kami buka. Diantaranya adalah mebel, bengkel sepeda motor, bengkel mobil, perkantoran, tata kecantikan wajah dan rambut, dan prosesing hasil pertanian,” imbuh Bambang Agus.
Lebih lanjut Bambang Agus mengaku, banyak masyarakat yang menanyakan terkait kegiatan di BLK ini.
Peminatnya memang banyak, namun pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak.
“Banyak yang tanya, tapi kami menunggu kebijakan dari Bupati Pati. Karena memang ada kita tahu sendiri kan (ada efisiensi anggaran),” paparnya.
Diketahui BLK ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan pengangguran, melalui program pelatih skill kerja.
Sehingga diharapkan setelah lulus dapat memanfaatkan skill yang dimiliki untuk membuka usaha sendiri atau disalurkan ke perusahaan.
“Kebanyakan selama ini banyak yang berwirausaha. Yang paling banyak ya seperti tata kecantikan dan prosesing hasil pertanian atau memasak,” pungkasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab