PATI – Obyek wisata Gua Pancur di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen berangsur sepi. Penurunan pengunjung diketahui karena sejumlah faktor.
“Penurunan pengunjung salah satunya karena tiket dari pemerintah daerah sebesar 5 ribu per orang dewasa, itu tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia. Ini jadi faktor turunnya pengunjung juga. Karena sejak Covid-19 pada 2020 di sini belum ada sentuhan pembangunan, tahun ke tahun pengunjung menurun,” jelas Najib, salah seorang pengelola Gua Pancur kepada Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu (12/4/2025).
Lebih lanjut Najib berpendapat perlu ada kebijakan ulang untuk tarif wisata, dengan kondisi tempat yang sedemikian rupa.
“Dulu sebelum pakai tarif itu (dari pemkab) kami tarif per kendaraan, jadi murah tapi suasanan meriah,” terang Najib.
Pihaknya berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk pengembangan wisata. karena selama ini fasilitasnya minim sekali mendapat perhatian.
“Untuk menarik pengunjung lebih banyak lebih baik dibuat murah, agar pengunjung ramai daripada mahal tapi sepi. Pengembangan tempat-tempat wisata dan fasilitasnya harus perlu diperhatikan,” pungkasnya.
Diketahui Gua Pancur merupakan obyek wisata yang mengandalkan pesona gua yang dialiri sumber mata air di bawah tanah dengan panjang 800-an meter, sepanjang musim air mengalir dari mulut gua ini. Berlokasi di area pegunungan karst Kendeng.
Gua ini menjadi surga bagi pecinta wisata adventure dengan pesona utama alam yang masih asri. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab