Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dianggap Sudah Tradisi, Warga Pati Tetap Ingin Ada Takbir Keliling

Achmad Ulil Albab • Rabu, 19 Maret 2025 | 22:22 WIB
Sekelompok pemuda di Desa Bringin Kecamatan Juwana sedang menyiapkan kreasi untuk acara takbir keliling tahun ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Sekelompok pemuda di Desa Bringin Kecamatan Juwana sedang menyiapkan kreasi untuk acara takbir keliling tahun ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

 

 

PATI – Wacana pelarangan kegiatan takbir keliling di malam Hari Raya Idul Fitri tahun ini menuai beragam reaksi. Mayoritas tidak sepakat dan menyayangkan hal tersebut.

Hal itu seperti diungkapkan Pujo salah seorang pemuda di Desa Bringin Kecamatan Juwana. Menurutnya pelarangan kegiatan takbir keliling tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Kabupaten Pati.

Mengingat kegiatan takbir keliling sudah menjadi tradisi yang berjalan bertahun-tahun sejak dulu.

“‎Pendapatku terkait pelarangan takbir keliling, sangat tidak setuju. Karena takbir keliling sendiri, khususnya di sekitaran wilayah Pati mungkin sudah bisa dikatakan sebagai tradisi, karena sudah dilakukan setiap tahun dari sejak lama,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Pujo, antusiasme masyarakat sendiri cukup tinggi untuk menyambut malam lebaran dengan kegiatan takbir keliling.

“Dengan adanya takbir keliling yang diadakan hampir setiap tahun, masyarkat dapat merasakan vibes kemeriahan hari kemenangan, pesta dengan menghadirkan kreasi - kreasi unik serta kreatf dari pemuda-pemuda setempat,” imbuhnya.

Pujo sendiri bersama teman-temannya saat ini sudah menyiapkan kreasi untuk kegiatan takbir keliling.

Dia bersama teman-temannya membuat konsep cerita tokoh Angling Darma bersama seekor naga. Saat ini proses pembuatannya bahkan sudah mencapai 50 persen lebih.

Pihaknya berharap tidak ada pelarangan kegiatan takbir keliling dari pemerintah daerah. Sehingga takbir keliling dapat terlaksana dengan baik, dan bisa berjalan aman dan kondusif.

Diketahui Bupati Pati Sudewo sebelumnya mengimbau agar tidak ada kegiatan takbir keliling untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Takbiran dilakukan di masjid dan mushola masing-masing. Hal tersebut juga diungkapkan Sudewo saat meghadiri rapat Forkopimda Jawa Tengah pada Senin (17/3).

Bupati Sudewo mengusulkan kalau diizinkan gubernur dan kapolda, agar tidak ada kegiatan takbir keliling untuk menjaga situasi aman dan kondusif.

Arif salah seorang warga lainnya juga tidak sepakat jika takbir keliling ditiadakan. Namun dirinya juga berharap pelaksanaan takbir keliling dapat lebih kondusif.

Salah satunya tanpa memakai sound horeg yang sangat bising di telinga.

“Sebenarnya bagus kegiatan takbir keliling, tapi memang perlu ada batasan-batasan atau aturan. Sehingga tetap menjaga situasi aman dan kondusif di malam Idul Fitri. Misalnya takbir keliling tanpa sound horeg. Semua peserta juga harus bersepakat dan berkomitmen untuk menjaga kondusivitas wilayah masing-masing,” papar warga Gabus ini. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#bupati pati #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi #Bupati Pati Sudewo #pati #tradisi #sudewo #Larangan Takbir Keliling #Kreasi #kapolda #warga