Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

PARAH! Di Pati, Takaran Minyakita Ada yang Sekitar 700 miligram, Ini Kata Kepala Dinas

Andre Faidhil Falah • Jumat, 14 Maret 2025 | 00:26 WIB

 

Pedagang minyak goreng di Pati mengukur Minyakita yang hanya 700-an mililiter (ml).
Pedagang minyak goreng di Pati mengukur Minyakita yang hanya 700-an mililiter (ml).

PATI, RadarPati.ID – Ketidaksesuaian takaran Minyakita antara label dan isi tak hanya ditemukan di Pati.

Seluruh sample Minyakita yang diambil Dinas Perdagangan di masing-masing daerah itu volumenya di bawah 1 liter atau kurang dari ukuran semestinya.

Misalnya, sample Minyakita yang diambil Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati di beberapa lokasi pada Rabu (12/3).

Isi atau volume Minyakita tak sesuai takaran. Salah satu ditemukan di pasar tradisional Rogowangsan dan di Desa Winong, Kecamatan Pati.

Petugas melakukan uji takaran terhadap Minyakita dari beberapa pengemas. 

Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santosa, mengungkapkan di Pasar Rogowongso beberapa hasil uji takaran menunjukkan, produk dari Kusuma Mukti Remaja Karanganyar hanya berisi 970,5 mililiter.

Produk dari Koperasi Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara Kudus hanya 806,6 mililiter, lalu produk dari Sinar Agung Abadi bahkan lebih sedikit, hanya 737,6 mililiter. 

Kemudian di Pasar Rogowangsan, kami menemukan tiga sampel yang diuji.

Ada yang tidak mencantumkan volume minyak dalam kemasan, dan dari ketiga sampel tersebut, semuanya memiliki kekurangan volume.

"Ada yang hanya 970 mililiter, bahkan ada yang kurang dari 800 mililiter," jelas Hadi. 

Hadi menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pengemas minyak yang tidak memenuhi standar dan berpotensi merugikan masyarakat.

Salah satu pedagang di Pasar Rogowangsan Muntamah, yang telah menjual Minyakita asal Kudus selama dua tahun terakhir, mengaku tidak pernah memeriksa volume minyak di dalam kemasan.

"Dulu apakah benar-benar satu liter atau tidak, saya tidak tahu, karena dari dulu bentuknya seperti ini. Saya juga tidak pernah menimbang," katanya. 

Meski begitu, ia beberapa kali menerima keluhan dari pembeli mengenai volume minyak yang diduga kurang dari satu liter.

"Ada konsumen yang bilang kalau isinya tidak sampai satu liter, tapi saya tidak tahu, karena kemasannya sudah tersegel," jelasnya. 

Muntamah membeli Minyakita dari Kudus seharga Rp 16.500 dan menjualnya kembali dengan harga Rp17.500 per botol. (adr/him)

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#minyak goreng #pati #MinyaKita #Takaran