Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Meski Banyak Sumbatan-sumbatan Sampah, Pemerintah Belum Anggarkan Perawatan Drainase, Ini Sebabnya

Achmad Ulil Albab • Jumat, 7 Maret 2025 | 03:14 WIB

 

TANPA ANGGARAN: Pengendara melintas di ruas Jalan Supriyadi yang kerap tergenang banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.  (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)
TANPA ANGGARAN: Pengendara melintas di ruas Jalan Supriyadi yang kerap tergenang banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)

PATI, RadarPati.ID – Banjir di wilayah perkotaan sempat menjadi sorotan. Seperti yang terjadi di ruas Jalan Supriyadi di sekitar kantor Kecamatan Pati Kota.

Pada (17/2) sejumlah titik di kawasan Pati Kota mengalami banjir. Salah satunya adalah di ruas Jalan KH Wahid Hasyim – Jalan Supriyadi.

Genangan banjir dengan ketinggian 15 hingga 30 centimeter itu diduga karena drainase perkotaan yang tidak berfungsi maksimal sehingga air menggenang saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Genangan banjir berlangsung sekitar dua jam lebih.

Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati Arif Wahyudi mengungkapkan, drainase di Jalan Supriyadi tersebut sudah pernah ditangani saat pekerjaan trotoar beberapa tahun yang lalu.

Namun dimungkinkan saluran drainasenya ada sumbatan-sumbatan yang membuat mampet.

Karena itu perlu dilakukan pembersihan lagi.

“Dulu itu sudah pernah ditangani, ikut pekerjaan trotoar dan drainase dari Jalan Kamandowo, dinormalisasi juga dialirkan ke sungai baratnya Pos Pemadam Kebakaran.

Mungkin sekarang ada mampet-mampetnya lagi. Jadi harus dibersihkan lagi, kalau memang dikasih anggaran ya akan langsung ditangani,” jelas Arif.

Namun saat ini masih proses pembahasan efisiensi anggaran, sehingga belum diketahui pos-pos anggaran untuk drainase.

Selain itu permasalahan genangan yang menyebabkan banjir di kawasan tersebut adalah kondisi sungai yang sudah penuh.

“Itu kendalanya juga saat air dialiran ke sungai barat Pos Pemadam Kebakaran, sungainya penuh saat hujan. Jadi air yangg dari drainase kota tidak bisa mengalir karena permukaan air sungai yang sama tingginya dengan dari drainase,” lanjut Arif.

Lebih lanjut pihaknya mengaku untuk perawatan drainase kota masuknya ke pemeliharan DPUPR.

Contohnya seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu normalisasi drainase di Jalan Ahmad Yani.

“Kemarin-kemarin kita sudah normalisasi drainase di Jalan Ahmad Yani yang sering banjir sepanjang jalan di depan SMA Negeri 2 Pati ke timur. Itu kemudian mulai dibersihkan dari depan masjid di perumahan Winong,” papar Arif. (aua/him)

Editor : Abdul Rochim
#sampah #drainase #sumbatan #efisiensi anggaran #anggaran