PATI - Listrik di Desa Ketitangwetan, Batangan selama tiga hari berturut-turut padam tiap malam. Warga mulai bingung dengan aktifitas keseharian mereka.
Pada malam hari tiap tarawih listrik di desa tersebut padam. Rumah-rumah warga hingga jalanan tampak gelap.
Beberapa warga terlihat sedang bersama-sama di halaman rumah. Ada yang memegang kipas rotan. “Gerah, Mas,” celoteh warga itu.
Karena pemadamanwarga mengaku geram. Sebab setiap malam usai salat tarawih listrik di tiga RT di desa mereka selalu padam hingga menjelang sahur.
Warga pun melaporkan hal tersebut ke PLN. Bahkan sudah beberapa kali melapor.
Namun, tidak mendapatkan respons. Sehingga mereka memutuskan untuk mendatangi kantor PLN secara langsung.
Sugito, salah satu perwakilan warga, mengatakan bahwa pemadaman yang terjadi setiap malam selama berjam-jam membuat aktivitas warga terganggu. Terutama saat makan sahur.
"Kami kesal karena listrik selalu padam saat malam, membuat kami terpaksa sahur dalam kondisi gelap. Kami sudah lapor, tapi tidak ada tanggapan," ujar Sugito.
Kesal akibat pemadaman listrik yang terjadi tiga malam berturut-turut, warga Desa Ketitangwetan mendatangi Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Juwana pada Senin (malam.
Selain menyampaikan keluhan mereka, warga juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran jika PLN tidak segera memperbaiki masalah listrik di desa mereka.
Bahkan, mereka berencana melayangkan surat gugatan ke PLN jika pemadaman terus berlanjut.
Sementara itu, pihak PLN Pati menyatakan, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti. Warga diminta bersabar.
”Itu masuknya Juwana, Mas. Hari ini (4/3) infonya sudah ditangani,” terang Manajer PLN ULP Pati M Alwi Sofyan. (adr)
Editor : Achmad Ulil Albab