PATI, RadarPati.ID – Desa yang terdaftar Kampung Iklim (ProKlim) baru sedikit. Dari 401 desa, baru 21 saja yang tedaftar.
Program ini merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Tulus Budiharjo menyampaikan, program ini telah dijalankan sejak 2018.
Selama pelaksanaannya, beberapa desa di Bumi Mina Tani bahkan telah meraih penghargaan.
Baik berupa trofi maupun sertifikat ProKlim Utama. Salah satu wilayah yang pernah menerima penghargaan tersebut adalah Kelurahan Kutoharjo di Kecamatan Pati.
”Sejak 2018, kami sudah mulai membina desa-desa untuk program ini. Beberapa desa juga pernah mendapatkan trofi dan sertifikat ProKlim. Saat ini, baru ada 21 desa yang terdaftar, dan belum mencakup seluruh kecamatan,” ujar Tulus.
Meski telah berjalan selama enam tahun, belum seluruh kecamatan di Kabupaten Pati memiliki desa yang terdaftar dalam program ini.
Mengenai persebaran desa iklim itu, baru di 12 kecamatan. Yakni, Kecamatan Pati, Gembong, Gunungwungkal, Margorejo, Trangkil, Tayu, Kayen, Pucakwangi, Sukolilo, Tlogowungu, Tambakromo, dan Margoyoso.
Menurutnya, program Kampung Iklim memiliki peran penting dalam upaya menekan emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global.
”Inti dari program ini adalah menurunkan emisi. Setiap desa diharapkan menjadi contoh dalam menerapkan praktik ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca,” jelasnya.
Meskipun program ini menunjukkan perkembangan positif, DLH Pati menghadapi tantangan dalam menambah jumlah desa yang ikut serta, terutama karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
Tulus mengakui bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan penambahan setidaknya satu desa baru dalam program ini.
Upaya penjaringan pun telah mulai dilakukan dengan menunjuk koordinator untuk menilai desa-desa yang memiliki potensi dikembangkan.
”Kami sudah mulai melakukan penjaringan dengan menilai desa mana yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kampung iklim dan mana yang bisa diajukan untuk mendapatkan pengakuan resmi,” tandas Tulus.
Dengan upaya yang terus dilakukan oleh Pemkab Pati, diharapkan partisipasi desa dalam Program Kampung Iklim dapat terus meningkat, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lestari, dan berkontribusi nyata dalam mengatasi perubahan iklim. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim