PATI, RadarPati.id – Banjir yang melanda Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, mulai surut pada Senin (10/2).
Hal ini menjadi kabar baik bagi para siswa SD Negeri Poncomulyo, karena aktivitas pembelajaran di sekolah bisa kembali berjalan dengan lancar.
Sebelumnya, pada Jumat (7/2), halaman sekolah mulai tergenang air akibat hujan deras. Bahkan, air sempat naik hingga ke teras sekolah. Namun, kemarin banjir mulai surut sekitar 5 sentimeter.
“Teras kelas memang sempat tergenang air, tetapi ruang kelas tetap aman. Jadi, pembelajaran masih bisa berlangsung di sekolah. Hari ini surut sekitar 5 sentimeter. Alhamdulillah, cuacanya panas, jadi air lebih cepat menyusut,” ujar Devi Rukmana, salah satu guru di SD Negeri Poncomulyo, kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Sekolah ini memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan, pada Maret 2024 lalu, banjir yang melanda sekolah ini cukup parah hingga menghambat aktivitas belajar-mengajar.
Saat itu, genangan air mencapai 80 sentimeter dan membuat sekolah harus menerapkan pembelajaran secara daring.
Proses pemulihan pun cukup lama, karena air baru benar-benar surut setelah satu bulan.
Para guru dan siswa berharap banjir tahun ini tidak separah sebelumnya, sehingga aktivitas belajar di sekolah dapat tetap berjalan normal tanpa kendala.
“Semoga tidak ada banjir besar seperti tahun lalu. Kalau air sampai masuk ke dalam kelas, sering kali kami menemukan sisik ular setelah air surut. Ular sering masuk ke dalam sekolah, dan itu cukup mengkhawatirkan. Harapan kami, jika pun terjadi banjir, setidaknya tidak sampai mengganggu pembelajaran,” tambah Devi.
Banjir yang melanda kawasan ini disebabkan oleh hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi pada Kamis (6/2). Akibatnya, beberapa wilayah terdampak banjir, termasuk Dukuh Poncomulyo yang berada di dekat aliran Sungai Silugonggo, Juwana.
Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik, diharapkan air terus menyusut dan aktivitas di sekolah dapat kembali normal sepenuhnya. (amr)
Editor : Syaiful Amri