PATI, RadarPati.id – Pesisir Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, kini menjadi tempat favorit bagi para nelayan dari desa sekitar untuk melabuhkan perahu mereka di muara.
"Sekarang banyak nelayan dari Tayu yang ke Tluwuk, ada sekitar 40-an. Pesisir Tluwuk jadi daya tarik karena punya mangrove yang relatif aman," ungkap Sukarno, tokoh desa setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kabupaten Pati.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran para nelayan dari Tayu awalnya sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan lokal yang merasa tersaingi.
Namun, seiring waktu mereka mulai menerima kehadiran nelayan pendatang karena turut berpartisipasi dalam acara desa seperti sedekah laut serta membantu merawat kawasan muara.
"Kalau tidak ada perawatan, bisa dangkal. Perahu-perahu yang masuk ke area muara juga membantu mencegah endapan di muara," paparnya.
Para nelayan dari Tayu memilih melabuhkan perahu mereka di muara tersebut karena merasa lebih aman.
Sepanjang pesisir desa ini telah tumbuh dan terjaga hutan mangrove seluas 25 hektare, yang tidak hanya melindungi perairan tetapi juga mendukung sektor wisata.
"Ini juga mendukung kegiatan wisata di desa ini. Selain menikmati pemandangan mangrove, pengunjung bisa mendapatkan ikan segar langsung dari nelayan. Setiap hari sekitar pukul 10.00 beberapa perahu nelayan berlabuh di sini," imbuhnya.
Baca Juga: Ketua Komisi B DPRD Pati Beri Solusi dan Minta Inventarisir Koperasi Tidak Aktif di Kabupaten Pati
Desa Tluwuk sendiri telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Pati pada 2023.
Desa ini menawarkan pengalaman berwisata di kawasan hutan mangrove yang menjadi habitat berbagai spesies burung serta menyediakan fasilitas perahu untuk menyusuri muara sungai. (aua/amr)
Editor : Syaiful Amri