JUWANA, RadarPati.id – Banjir yang merendam permukiman warga di Desa Doropayung, Juwana, mulai surut, dan kini warga mulai membersihkan sisa lumpur yang tertinggal di dalam rumah setelah berhari-hari tergenang air.
Banjir melanda kawasan ini sejak Rabu (29/1) lalu, dengan ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 50 cm, memaksa mereka mengamankan barang-barang berharga serta peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Kini, setelah air mulai menyusut, warga tampak membersihkan rumah mereka dari lumpur yang tersisa, menata kembali perabotan rumah tangga seperti kursi yang sebelumnya ditumpuk, serta menurunkan lemari es yang sempat diletakkan di atas meja demi menghindari genangan air.
Selain itu, kondisi kamar tidur pun mulai diperbaiki setelah sebelumnya ditinggikan guna menghindari kerusakan akibat banjir.
Meski banjir telah surut dari rumah-rumah warga, genangan air setinggi 20 cm masih terlihat di jalan desa dan pekarangan rumah, sehingga aktivitas warga masih terbatas.
Salah satu warga Desa Doropayung, Lia, mengungkapkan harapannya agar ada bantuan dari pemerintah, terutama berupa makanan, sembako, dan obat-obatan bagi warga yang terdampak banjir.
"Walaupun sudah mulai surut, tapi masih ada genangan di jalan dan pekarangan. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah," ujarnya.
Dengan kondisi yang mulai membaik, warga kini berupaya kembali menjalani kehidupan normal meskipun masih dihadapkan dengan tantangan pasca-banjir.
Sementara itu, Soleh menjelaskan bahwa banjir ini terjadi akibat Sungai Juwana yang meluap setelah diguyur hujan deras selama hampir satu minggu.
"Air berasal dari hulu, yakni dari daerah Kudus dan Gabus, yang mengalir ke Juwana. Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir semakin memperburuk situasi," katanya.
Salah satu warga terdampak, Tati Rio, juga menceritakan bagaimana dirinya segera menyelamatkan barang-barang berharga ketika air mulai masuk ke dalam rumahnya.
Saat ini, genangan air sudah mulai surut, memberi harapan bagi warga untuk segera memulihkan keadaan pasca-bencana. (adr/amr)
Editor : Syaiful Amri