Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Waspada Puncak Musim Hujan, Banjir di Pati Berpotensi Semakin Meluas

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 1 Februari 2025 | 21:16 WIB
Pemandangan banjir yang menggenangi Desa Doropayung Kecamatan Juwana Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)
Pemandangan banjir yang menggenangi Desa Doropayung Kecamatan Juwana Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)

 


PATI  – Banjir di wilayah Kabupaten Pati berpotensi semakin meluas. Hal ini karena diperkirakan bakal terjadi puncak musim hujan sampai bulan Februari 2025.

Hal itu berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Disebutkan bahwa puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2025.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait peringatakan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.

“Bahwa BMKG sudah memberikan peringatan, bahwa puncak musim hujan itu ada di bulan Januari dan Februari. Sehingga sampai Februari masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan makin tinggi sampai akhir bulan Februari nanti,” jelas Martinus Budi Prasetya.

Lebih lanjut pihaknya mengungkapkan, berdasarkan data di BPBD Pati saat ini banjir menggenangi enam desa di Kecamatan Juwana.

Antara lain berada di Desa Doropayung, Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro, Tluwah dan Desa Kudukeras.

Pemukiman warga di enam desa itu sudah mulai digenangi air banjir. Dengan ketinggian yang bervariasi, antara 5 centimeter hingga 75 centimeter.

Banjir mulai menggenangi pemukiman warga sejak Rabu (29/1) malam hari.

”Kalau cuacanya seperti ini (hujan) perkembangan bakal bertambah (luasan banjir). Baik rumah maupun warga yang terdampak banjir akan bertamah,” lanjut Martinus.

Selain itu, dilaporkan juga sejumlah lahan persawahan di beberapa desa di kecamatan lainnya juga mulai digenangi air.

Di antaranya, lahan persawahan di Desa Sugiharjo (Kecamatan Pati), Ngastorejo (Jakenan), Karangrowo, Desa Banjarsari (Gabus) dan Baturejo (Sukolilo).

”Sementara di luar Kecamatan Juwana, Kecamatan Pati di Sugiharjo, Jakenan di Desa Ngastorejo dan Karangrowo, Gabus di Banjarsari. Itu menggenangi area persawahan. Baturejo, Kecamatan Sukolilo juga sama,” imbuhnya.

Selain itu Martinus juga bersyukur karena pemerintah melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalkan risiko banjir.

Hal ini dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi intensitas hujan.

”Ya kita bersyukur, karena BMKG Jateng juga melakukan modifikasi cuaca. Sehingga curah hujan tinggi tapi tidak jatuh di darat tapi laut,” pungkasnya. (aua)

 

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#juwana #pati #banjir #waspada #puncak musim hujan #Meluas #doropayung #semakin #februari