Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Peristiwa Kebakaran di Pati Sebanyak 165 Kasus, Paling Banyak Disebabkan karena Faktor Ini

Abdul Rochim • Kamis, 16 Januari 2025 | 03:56 WIB

 

Salah satu kasus kebakaran rumah warga di Desa/Kecamatan Dukuhseti akibat konsleting listrik pada tahun 2024 lalu.  (TIM DAMKAR UNTUK RADAR PATI)
Salah satu kasus kebakaran rumah warga di Desa/Kecamatan Dukuhseti akibat konsleting listrik pada tahun 2024 lalu. (TIM DAMKAR UNTUK RADAR PATI)

PATI, RADARPATI.ID – Sepanjang tahun lalu Satpol PP Kabupaten Pati mencatat sebanyak 165 kasus  kebakaran di Kota Mina Tani.

Meskipun jumlahnya turun, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat banyaknya kejadian kebakaran diduga karena faktor kelalaian. 

Kasi Damkar di Satpol PP Kabupaten Pati, Wahyu Widiatmoko mengungkapkan, sepanjang 2023 terjadi kasus kebakaran 205 kali.

Sedangkan tahun 2024 sebanyak 165 kasus kebakaran dicatat oleh pihaknya.

Jumlah kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Juwana yang mencapai 42 kali terjadi kebakaran.

Di susul Kecamatan Pati sebanyak 16 Kali. Kemudian Kecamatan Kayen dan Jakenan ada sebanyak 12 kali.

Selain itu, Kecamatan Gabus sebanyak 11 kasus. Kecamatan Batangan terdapat 10 kasus.

Untuk Kecamatan Winong mencapai 8 kasu. Sedangkan Kecamatan Margorejo dan Pucakwangi sebanyak 7 kasus.

“Untuk penyebab terjadinya kebakaran kebanyakan masyarakat lalai. Contohnya seperti pembakaran sampah dan bediang. Ada yang lalai bahwa di dekatnya juga ada barang-barang yang mudah terbakar. Sehingga api menjalar dan melalap bangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, paling sering terjadi kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik.

Maka dari itu, Wahyu menghimbau kepada masyarakat untuk tetap rutin mengecek peralatan listrik yang ada.

“Masyarakat harus sering-sering wasapada. Jika ada yang kurang beres segera diganti yang baru, seperti kabel-kabel dan sekernya itu,” paparnya.

Pihaknya menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran pada tahun 2024 ini cukup besar, dari sebanyak 165 kasus kebakaran total kerugian ditaksir mencapai Rp 25,7 miliar. (aua)

Editor : Abdul Rochim
#pati #kelalaian #kebakaran #faktor