PATI - Tingkat hunian hotel di Pati termasuk tinggi. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mencatat bahwa tingkat hunian hotel di Kabupaten Pati selama tahun 2024 mencapai puncaknya pada bulan April dan Juni.
Kepala BPS Kabupaten Pati, Bob Setiabudi, mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat hunian hotel di Pati tahun 2024 mencapai 19,63 persen.
“Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, tingkat hunian terus meningkat. Pada 2022 tercatat 16,78 persen, sedangkan tahun 2023 mencapai 18,85 persen,” ujar Bob saat ditemui di kantornya.
Sensus tingkat hunian hotel dilakukan terhadap 31 hotel di Kabupaten Pati, yang terdiri dari 8 hotel berbintang dan 23 hotel non-berbintang. Berdasarkan data tersebut, tingkat hunian tertinggi terjadi pada bulan April dengan 21,94 persen dan bulan Juni dengan 21,84 persen.
Sebaliknya, tingkat hunian terendah terjadi pada bulan Maret, yaitu 16,39 persen.
Menurut Bob, rendahnya tingkat hunian di bulan tersebut disebabkan oleh masuknya periode bulan puasa.
“Puncak hunian terjadi pada bulan April, ketika banyak orang pulang kampung dan menginap di hotel, mencapai 21,94 persen. Di pertengahan tahun, bulan Juni juga mencatat angka tinggi, yaitu 21,84 persen,” jelas Bob.
Meski mencatat angka hunian rata-rata 19,63 persen pada 2024, Bob menegaskan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan kunjungan wisatawan.
“Kabupaten Pati bukan wilayah wisata utama seperti Solo, jadi tingkat hunian tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota tujuan wisata,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa penggunaan fasilitas hotel di Pati lebih banyak terkait dengan kegiatan instansi pemerintahan.
“Hotel di Pati lebih dimanfaatkan oleh instansi-instansi untuk mengadakan kegiatan, bukan oleh wisatawan,” pungkas Bob. (adr)
Editor : Achmad Ulil Albab