Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tanggul Kritis, Desa Angkatan Lor Pati Rawan Banjir

Andre Faidhil Falah • Senin, 2 Desember 2024 | 15:23 WIB

 

DICEK: Jajaran Forkopimda Pati meninjau tanggul jebol di Angkatan Lor akhir pekan ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
DICEK: Jajaran Forkopimda Pati meninjau tanggul jebol di Angkatan Lor akhir pekan ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI, RadarPati.ID– Tanggul kritis di Desa Angkatan Lor, Tambakromo,yang sempat dilimpasi air akibat rekahan, kini mulai diperbaiki.

Akhir pekan ini, warga bersama alat berat sedang bekerja memperbaiki tanggul.

Pj Bupati Pati bersama sejumlah pejabat lainnya, termasuk Dandim 0718/Pati, perwakilan BBWS Juwana, Kepala Harian BPBD, Camat Gabus, dan Camat Tambakromo, turut hadir untuk memastikan perbaikan berjalan lancar. 

Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko telah melihat lokasi tanggul untuk meninjau kondisinya.

Perbaikan tanggul harus dilakukan segera untuk menghindari dampak yang lebih besar.

“Segera diperbaiki, tidak boleh ditunda. Kalau ditunda nanti ada limpasan lagi, berbahaya ini,” ujar Sujarwanto.

Proses perbaikan tanggul ini melibatkan berbagai pihak, termasuk warga sekitar, BPBD Kabupaten Pati, dan BBWS yang bertugas di wilayah tersebut.

Sujarwanto mengungkapkan, meskipun tanggul tidak jebol, aliran air yang deras telah melemahkan strukturnya.

Oleh karena itu, penguatan tanggul langsung dilakukan di beberapa titik yang dianggap rawan.

“Tanggul memang tidak jebol, tetapi kekuatannya menurun akibat limpasan air. Hari ini kami perkuat tanggul, termasuk di wilayah Angkatan Kidul,” jelasnya. 

Selain fokus pada tanggul, Pj Bupati juga menyoroti masalah jembatan yang menghambat aliran material hanyut di sungai, sehingga memperburuk kondisi aliran air.

Ia mengusulkan agar desain jembatan diubah menjadi lebih melengkung tanpa penyangga di tengah.

“Hal ini untuk memastikan aliran air tidak terhambat dan dapat mengurangi risiko banjir,” tambahnya. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga kebersihan sungai.

“Jangan ada lagi yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Potongan bambu dan material lain harus dikelola dengan baik agar tidak menghambat aliran air,” tegasnya. 

Proses perbaikan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek sekaligus langkah awal untuk penanganan lebih menyeluruh.

Dalam jangka panjang, Pj Bupati menyebutkan bahwa normalisasi sungai dan pembuatan talud yang lebih kuat akan menjadi fokus utama pemerintah.

Dengan kerja sama semua pihak, risiko bencana banjir dapat diminimalkan, dan masyarakat Desa Angkatan Lor bisa kembali hidup dengan tenang. 

Sementara itu, Kepala Desa Angkatan Lor, Sudiyono, menyampaikan, pekerjaan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu.

Waktu tersebut diperlukan untuk memastikan penguatan tanggul dapat menahan volume air dari hulu, terutama mengingat tingginya curah hujan akhir-akhir ini. 

“Kami melibatkan warga bersama tim dari BPBD dan BBWS. Alat berat juga sudah diterjunkan setelah kendala berupa pohon jati di area perbaikan berhasil diatasi. Kami targetkan selesai dalam seminggu agar warga tidak perlu khawatir lagi,” jelas Sudiyono. 

Sudiyono menyatakan bahwa tanggul Kali Godo yang berada di Desa Angkatan Lor sangat vital untuk mencegah banjir.

Ia berharap proses perbaikan dapat segera selesai dan dampak dari kerusakan tanggul dapat diminimalkan.

“Kalau terlalu lama, kasihan warga yang sudah terdampak. Semoga dengan perbaikan ini, warga Desa Angkatan Lor dan desa sekitar tidak lagi khawatir akan banjir susulan,” harapnya.  (adr/him)

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#pati #hujan #rawan banjir #tanggul jebol