PATI, RadarPati.ID – Sejumlah desa terdampak banjir bandang pada Sabtu (30/11) petang.
Hal itu akibat hujan yang turun selama hampir lima jam. Hujan mulai turun sekitar 15.45.
Banjir baru terjadi sekitar pukul 20.20. Lokasi yang terkena banjir adalah Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati.
Di Desa Sukokulon yang terkena banjir adalah wilayah RT 4/RW 1. Kedalaman air kurang lebih 10 – 30 sentimeter.
Sekitar setengah jam setelah hujan reda, air langsung berangsur surut.
Di wilayah RT 1/RW 2 kedalaman air 5 – 10 sentimeter juga berangsur surut.
Di wilayah RT 3/RW 2 kedalaman air 5 – 15 sentimeter. Dan di wilayah RT 3/RW 1 kedalaman air 10 – 30.
Selain itu Desa Sukoharjo, Perumahan Sukoharjo Indah (PSI) juga dilaporkan turut terkena banjir.
Limpasan dari sawah di selatan perumahan. Wilayah Desa Sukoharjo yang terkena banjir adalah RW 7 yaitu di RT 2, 3, 4, dan 5.
”Korban nihil, dampak dari banjir bandang lumpur dan material kayu dari sungai dan sebagian wilayah pemukiman. Penyebab banjir karena hujan deras serta aliran Sungai yang kemungkinan tersumbat,” papar ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.
Banjir bandang juga menerjang wilayah Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, Pati. Wilayah ini memang langganan banjir bandang setiap tahun.
Banjir bandang akibat hujan dengan durasi cukup lama, menyebabkan tanggul Sungai jebol.
“Tadi malam (Sabtu (31/11)) pukul 20.00 tanggulnya jebol lagi. Total 15 rumah dilaporkan terdampak banjir yaitu di wilayah RT 1/RW 3 dan RT 9/RW 2. Jam 12 malam langsung surut,” papar Kepala Desa Angkatan Lor Sudiyono.
Sementara itu ditemukan tanggul kritis di Desa Angkatan Lor, Tambakromo.
Tanggul itu sempat dilimpasi air akibat rekahan Jumat (29/11). Kini mulai diperbaiki.
Warga dan pejabat setempat dibantu alat berat sedang bekerja memperbaiki tanggul.
Pj Bupati Pati bersama sejumlah pejabat lainnya, termasuk Dandim 0718/Pati, perwakilan BBWS Juwana, kepala harian BPBD, Camat Gabus, dan Camat Tambakromo, turut hadir untuk memastikan perbaikan berjalan lancar.
Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko telah melihat lokasi tanggul untuk meninjau kondisinya.
Perbaikan tanggul harus dilakukan segera untuk menghindari dampak yang lebih besar.
“Segera diperbaiki, tidak boleh ditunda. Kalau ditunda nanti ada limpasan lagi, berbahaya ini,” ujar Sujarwanto.
Sujarwanto mengungkapkan, meskipun tanggul tidak jebol, aliran air yang deras telah melemahkan strukturnya.
Oleh karena itu, penguatan tanggul langsung dilakukan di beberapa titik yang dianggap rawan.
Selain fokus pada tanggul, Pj Bupati juga menyoroti masalah jembatan yang menghambat aliran material hanyut di sungai.
Sehingga memperburuk kondisi aliran air. Ia mengusulkan agar desain jembatan diubah menjadi lebih melengkung tanpa penyangga di tengah.
“Hal ini untuk memastikan aliran air tidak terhambat dan dapat mengurangi risiko banjir,” tambahnya. (aua/adr/zen)
Tentang Banjir Bandang di Desa Sukoharjo, Desa Sukokulon, dan Desa Angkatan Lor
-Ketinggian banjir 5 –30 sentimeter
-Banjir bandang mulai pukul 20.00 dan surut sekitar jam 12.00 malam
-Penyebab : Hujan dengan intensitas tinggi, tanggul sungai jebol, aliran sungai dimungkinkan lambat
-Dampak : Banjir meninggalkan lumpur dan sampah kayu di sungai
Diolah dari Berbagai Sumber
Editor : Abdul Rochim