Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sudah Dikenal Skala Nasional, Jeruk Pamelo Jadi Ikon Pati, Intip Strategi Dinas Selanjutnya!

Andre Faidhil Falah • Senin, 25 November 2024 | 15:17 WIB

 

KHAS PATI: Penjual jeruk pamelo, Nurul Huda menunjukkan dagangannya di  depo jeruk Desa Bageng Gembong, belum lama ini. (ANDRE FAIHDIL FALAH/RADAR KUDUS)   
KHAS PATI: Penjual jeruk pamelo, Nurul Huda menunjukkan dagangannya di  depo jeruk Desa Bageng Gembong, belum lama ini. (ANDRE FAIHDIL FALAH/RADAR KUDUS)  

PATI, RadarPati.ID – Jeruk pamelo kini sudah menjadi ikon Kabupaten Pati. Bahkan, buah itu diklaim sudah dikenal skala nasional.

Jeruk pamelo ini khas Kabupaten Pati. Selain ukurannya cita rasa dari jeruk pamelo ini pun bisa terbilang berbeda dengan jenis jeruk yang lain.

Jeruk pamelo ini memiliki rasa khas kombinasi manis, asam, dan sedikit pahit.

Selain kelapa kopyor, jeruk itu sudah menjadi ikonik di Bumi Mina Tani. Bahkan diklaim terkenal nasional.

”Jeruk pamelo ini sudah menjadi ikon kita. Buah itu memiliki rasa dan ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” terang Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum.

Kini pemerintah mulai mengembangkan buah lain. yakni jambu lumut dari Kecamatan Kayen.

Harapannya agar ke depannya menyusul seperti jeruk pamelo.

”Kami ingin menghadirkan ikon-ikon baru seperti jambu lumut Kayen yang saat ini belum terlalu dikenal. Namun, upaya terus dilakukan agar ikon ini dapat lebih dikenal, terutama oleh masyarakat Pati,” lanjutnya.

Di samping itu, ada juga desa wisata yang memiliki sentra pamelo. Yaitu di Desa Bageng, Gembong.

Di sana pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik jeruk pamelo khas Bumi Mina Tani langsung dari pohonnya. 

Salah seorang warga Desa Bageng Alfi menjelaskan bahwa pengunjung yang datang biasanya ingin membeli jeruk pamelo segar yang bisa dipetik langsung.

Selain itu, beberapa pengunjung juga tertarik untuk membeli bibit jeruk pamelo agar dapat menanamnya sendiri. 

Sementara itu, salah satu penjual jeruk pamelo Nurul Huda mengatakan, banyak warga lokal maupun luar kota yang mampir untuk membelinya.

Apalagi paling ramai ketika lebaran.

Selain itu, Huda juga menyuplai buah ke toko modern dan mitra kerjasama lainnya. Sementara untuk pengecer lokal, dia juga menyuplai beberapa.

”Untuk suply supermaket pengiriman masih didominasi 90 persen luar kota. Saya tidak ngecer ke lokal kecuali ada yang beli ke depo,” tuturnya.

Di sisi lain, Huda ini sudah menjual jeruk pamelo sejak 2015 silam.

Dia mulai mengelola bisnisnya sendiri dengan cara memasok buah jeruk pamelo dari petani lokal, yang kemudian ia kumpulkan untuk dijual-belikan ke berbagai wilayah.

”Saya menerima hasil panen jeruk pamelo dari petani sini di gudang saya, lalu saya beli jeruk pamelo mereka. Atau biasanya saya menyewa pohon selama satu hingga dua tahun dari petani untuk saya tebas. Setelah itu buahnya saya beli, kemudian saya jual ke kota-kota besar di luar Pati,” paparnya. (adr/him)

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#jeruk pamelo #pati #ikon