Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dugaan Kecurangan Pengisian Perangkat Desa, Ratusan Warga Desa Tawangharjo Pati Geruduk Rumah Kadesnya

Achmad Ulil Albab • Kamis, 7 November 2024 | 20:41 WIB
MARAH : Ratusan orang menggeruduk rumah kepala Desa Tawangharjo Wedarijaksa menggeruduk rumah kepala desa karena dugaan kecurangan pengisian perangkat desa. (WARGA UNTUK RADAR PATI)
MARAH : Ratusan orang menggeruduk rumah kepala Desa Tawangharjo Wedarijaksa menggeruduk rumah kepala desa karena dugaan kecurangan pengisian perangkat desa. (WARGA UNTUK RADAR PATI)

 

 

 

PATI, RADARPATI.ID - Ratusan warga Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, berkumpul di rumah kepala desa mereka pada Rabu malam (06/11/24).

Aksi ini dipicu oleh dugaan adanya kecurangan dalam pengisian posisi Kepala Dusun (Kadus) atau Kamituwo Tapen.

Perwakilan warga, Wakhid, menjelaskan bahwa warga bertindak spontan setelah mendengar kabar bahwa Selamet Riyadi ditetapkan sebagai Kamituwo Tapen.

Namun, secara tiba-tiba, Selamet mundur dari jabatannya yang diduga akibat intimidasi.

"Kami datang ke sini setelah mendengar kabar bahwa Mas Selamet sudah jadi Kamituwo. Sudah ada pengumuman resmi di balai desa, tapi kenapa kok tiba-tiba mengundurkan diri. Ada apa di balik ini? Apakah ada yang memaksanya?" ungkap Wakhid.

Warga Dukuh Tapen merasa kecewa dan menyayangkan adanya dugaan intimidasi dalam proses pemilihan Kamituwo.

"Mas Selamet merasa takut, mungkin karena ia anak yatim yang tidak punya ayah. Kami, keluarganya, sangat sedih melihatnya harus mengalami ini," lanjut Wakhid.

Ia menegaskan bahwa warga tidak akan menerima jika Kamituwo Tapen diisi oleh orang selain Selamet.

Mereka bahkan mengancam akan terus melakukan penolakan jika keputusan ini tidak diubah.

"Jika besok ada pelantikan untuk calon kedua menjadi Kamituwo, kami tidak akan setuju. Kalau begitu, lebih baik jabatan Kamituwo dibubarkan saja," tegasnya.

Intimidasi di Balik Pengunduran Diri

Khoirul Anam, salah satu keluarga Selamet, mengungkapkan bahwa intimidasi itu diduga datang dari pihak kepala desa, dan ia juga menduga adanya suap dalam kasus ini.

"Ada uang Rp 200 juta yang katanya dari iuran para kepala desa," jelasnya.

Pada saat kejadian, keberadaan Kepala Desa Tawangharjo sendiri tidak diketahui oleh warga yang datang ke rumahnya. (aua)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#Dugaan #kepala dusun #Geruduk #kepala desa #perangkat desa #tawangharjo #wedarijaksa #Pengisian