KOTA, RADARPATI.ID – Setelah menetapkan status tanggap darurat kekeringan, Pemerintah Kabupaten Pati segera melaksanakan langkah-langkah penanganan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pemberian bantuan beras kepada
warga.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pati Aldonny Nurdiansyah
menyatakan bahwa saat ini terdapat cadangan pangan sebesar 77 ton gabah giling kering.
Dalam penyaluran bantuan beras, sekitar 50 persen dari jumlah tersebut, setara dengan 44 ton beras, akan didistribusikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Aldonny menjelaskan, distribusi cadangan pangan dapat dilakukan melalui dua mekanisme.
Pertama, atas perintah Pj Bupati Pati, sesuai dengan aturan yang ada. Kedua, melalui usulan dari kepala desa atau camat.
"Pengusulan dapat mencakup daerah tertentu atau bahkan nama-nama penerima bantuan,"
tambahnya.
Puluhan ton beras tersebut akan disiapkan untuk masyarakat yang terkena dampak kekeringan, tetapi penyalurannya akan menunggu instruksi dari Pj Bupati Pati.
Aldonny menjelaskan, “Ada dua mekanisme
penyaluran. Yang pertama, berdasarkan arahan Pj Bupati Pati. Yang kedua, dari bawah, di mana pemerintah desa atau kecamatan dapat mengusulkan berdasarkan data penerima yang terdampak."
Ia juga berencana berkomunikasi dengan BPBD Pati untuk mensosialisasikan kepada kecamatan dan desa agar dapat mendata ulang keluarga yang terdampak, sehingga bantuan beras dari Pemkab Pati dapat diberikan dengan tepat.
Dia menambahkan, jika cadangan pangan yang ada tidak mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak, Dinas Ketahanan Pangan akan berkoordinasi dengan cadangan pangan provinsi atau nasional.
Sebelumnya, Pemkab Pati resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.
Sebab ada 156.850 jiwa di 71 desa mengalami krisis air bersih.
Pada Selasa (24/9) jajaran Forkopimda Kabupaten Pati mengadakan rapat penetapan status tanggap darurat kekeringan di Ruang Joyokusumo Setda setempat.
Hal itu untuk mengurangi dampak dari bencana kekeringan ini.
Sebelumnya kekeringan melanda di 61 desa di sembilan kecamatan.
Namun, hingga kini kekeringan telah meluas.
Sudah 71 desa di sembilan kecamatan terdampak.
Yakni, Kecamatan Kayen, Gabus, Tambakromo, Batangan, Sukolilo, Jakenan, Jaken, Winong, dan Pucakwangi.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, kekeringan sudah berdampak pada 47.098 kartu keluarga (KK).
Dari data itu, ada 156.850 jiwa yang tertimpa bencana kekeringan.
Di samping itu, pemerintah telah melakukan upaya.
Yaitu sudah menyalurkan 940 pengiriman air bersih.
Dalam sehari setidaknya 20-35 tangki yang di dropping.
Per tangki kapasitasnya 5.000 liter air.
Karena kekeringan kian meluas, pihak pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.
Berdasarkan rapat tadi, status bencana itu berlangsung selama dua pekan (14 hari). (adr)
Editor : Abdul Rochim