KOTA, RADARPATI.ID – Pemkab Pati berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat di area pasar.
Salah satunya dengan adanya renovasi sarana dan prasarananya.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) telah melakukan perbaikan di sebelas pasar tradisional selama tahun 2024.
Kepala Disdagperin Kabupaten Pati, Hadi Santoso, menyatakan bahwa perbaikan ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
Ada sebelas pasar yang diperbaiki, seperti pengaspalan jalan di lingkungan Pasar Sleko 2, Pasar Porda Juwana 2, Pasar Winong 2, Pasar Soponyono, Pasar Pujasera, serta rehabilitasi Pasar Tayu Kulon.
Selain itu, Hadi juga menyebut pembangunan los di Pasar Trangkil dan Wedarijaksa, pembangunan area parkir di Pasar Juwana Baru, serta pembangunan saluran di Pasar Gembong dan Pasar Wage Margorejo.
Total anggaran untuk seluruh proyek ini mencapai Rp 2 miliaran.
Setiap pasar mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 170 juta hingga Rp 190 juta, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasar.
Disdagperin Kabupaten Pati mengelola 20 pasar, termasuk Pasar Puri Baru, Rogowongso, Soponyono, Pasar Burung Dosoman, Sleko 1, Sleko 2, Pasar Kayen, Winong I, Winong II, Juwana Baru, Porda Juwana Baru, Wedarijaksa, Trangkil, Bulumanis, Tayu, Tayu Kulon, Wage Margorejo, Gembong, Pujasera, dan Pasar Hewan Margorejo.
Hadi menekankan pentingnya perawatan pasar tradisional sebagai ruang publik yang digunakan setiap hari.
Harapannya perbaikan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat.
”Pasar adalah ruang publik yang memerlukan perawatan dan pemeliharaan. Anggaran yang kami alokasikan disesuaikan dengan prioritas tiap tahun,” tambahnya.
Pasar-pasar ini juga menjadi salah satu sumber utama pendapatan asli daerah (PAD).
Meski ada sumber lain, kontribusi terbesar berasal dari pasar milik daerah.
”Kami mengelola 20 pasar, dan meskipun ada sewa lahan dari pihak ketiga, pasar tetap menjadi penyumbang terbesar PAD,” jelas Hadi. (adr)