Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

AWAS! Sungai Juwana Kering, Puluhan Desa di Pati Alami Kekeringan, Ini Daftar Desa Yang Terdampak

Andre Faidhil Falah • Minggu, 22 September 2024 | 22:26 WIB
KERING: Kondisi Sungai Juwana ketika kering belum lama ini. ANDRE FAIDHIL FALAH/RADARPATI.ID
KERING: Kondisi Sungai Juwana ketika kering belum lama ini. ANDRE FAIDHIL FALAH/RADARPATI.ID

KOTA, RADARPATI.ID – Penjabat (Pj) Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan bahwa status kekeringan di Kabupaten Pati seharusnya sudah beralih dari ‘Siaga’ ke ‘Awas’.

Karena kekeringan semakin meluas.

Kekeringan di Kabupaten Pati semakin meluas, dengan 61 desa di 9 kecamatan yang terdampak, termasuk di Tambakromo, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Gabus, Winong, Kayen, Sukolilo, dan Batangan.

Meskipun demikian, status darurat bencana belum ditetapkan oleh Pemkab Pati.

"Ini bukan lagi siaga, harus segera beralih ke status awas untuk segera mengambil tindakan," ungkap Sujarwanto.

Setiap musim kemarau, beberapa desa di Kabupaten Pati memang kerap mengalami kekeringan.

Menghadapi kondisi tersebut, Sujarwanto mengajak masyarakat di sejumlah kecamatan, seperti Sukolilo, Tambakromo, dan Jakenan, untuk membuat embung buatan yang akan bermanfaat saat musim kemarau.

Selain itu, ia juga mendorong warga untuk membuat sumur bor guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti memasak dan minum.

”Ke depan, mari kita mulai menabung air hujan dengan membuat embung-embung buatan, dan untuk kebutuhan domestik, kita buat sumur bor,” tambahnya.

Pada tahun mendatang, Sujarwanto berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat memprogramkan pencarian sumber air secara lebih masif agar bisa digunakan selama musim kemarau.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan air secara bijak.

"Tahun depan kita akan lebih intensif mencari sumber-sumber air, namun prioritas penggunaan air sudah diatur dalam Undang-Undang Sumber Daya Air," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Pati telah menerima bantuan sumur dalam dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Kecamatan Jakenan dan Tambakromo.

Jika sumur tersebut sudah berfungsi, diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan air domestik saat musim kemarau.

"Kami menerima hibah sumur dalam dari BBWS, yang akan sangat membantu Kabupaten Pati," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo.

Menurut Martinus, BPBD masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, sehingga statusnya tetap pada siaga bencana.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa status bencana bisa dinaikkan jika situasi memburuk, terutama karena kekeringan juga berpotensi memicu kebakaran. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#bencana kekeringan #sungai juwana #Sungai juwana pati #pati #bpbd pati #Sungai kering #kekeringan #kemarau #Pemkab Pati