Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Heboh Tanah Bergerak Seperti Gempa Bumi di Guyangan Pati Kota, Tiga Rumah Hampir Roboh, 21 Bangunan Rusak

Achmad Ulil Albab • Minggu, 8 September 2024 | 22:02 WIB
PARAH : Sebuah rumah di Dukuh Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati Kota rusak akibat bencana tanah bergerak. (CAMAT PATI KOTA UNTUK RADAR KUDUS)
PARAH : Sebuah rumah di Dukuh Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati Kota rusak akibat bencana tanah bergerak. (CAMAT PATI KOTA UNTUK RADAR KUDUS)

 

PATI, RADARPATI.ID– Tanah gerak di Dukuh Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati Kota menggegerkan.

Hal ini karena membuah sejumlah bangunan rusak bahkan ada tiga rumah yang hampir roboh.

“Ya benar kejadian (tanah bergerak), sejak Jumat sampai hari ini (Minggu) semakin parah,” ungkap Camat Pati Kota Didik Rusdiartono kepada Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (8/9).
Lokasi tanah bergerak itu berada di bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya dari lampu merah menuju arah jembatan Kali Sampang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus akibat bencana tanah bergerak itu mengakibatkan sebanyak 21 bangunan rumah dan toko mengalami kerusakan, bahkan ada tiga rumah yang mengalami kerusakan hingga hampir roboh.

Tampak sebuah bangunan yang mengalami rusak parah. Sebuah rumah terlihat temboknya retak, begitu juga lantainya retak - retak.

Pemerintah Desa Purworejo telah mengambil sejumlah langkah darurat penanganan, diantaranya mengevakuasi korban.

Selain itu juga telah melakukan rakor penanggulangan bencana bersama stakeholder.

Seperti dari BBWS Pemali Juana, tim pelaksana dan pengawas bendung karet, TNI, Polri, camat dan keluarga korban terdampak bencana tanah bergerak ini.

“Hasil rapat kordinasi penyebab bencana tanah bergerak ini karena adanya penurunan tanah, yang disebabkan dampak kekeringan sehingga debit air menurun 1,5 meter dari titik o ketika kondisi normal air dari laut,” lanjutnya.

Untuk mengatasi hal itu diambil upaya darurat, meminta secepatnya penggelontoran air dari bendung Wilalung atau Kedungombo.

“Pemilik rumah dan kios agar mengosongkan isi rumah atau kios dan tidak tinggal di rumah atau kios tersebut sehingga terhindar adanya korban jiwa,” pungkasnya. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#bencana alam #tanah bergerak #roboh #guyangan #Bangunan rusak #dampak #purworejo #gempa bumi #pati kota #kekeringan