Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Potensi Gempa Menghantui Wilayah Pati, BPBD Tekankan Edukasi Kepada Masyarakat

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 7 September 2024 | 20:42 WIB
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. RADARPATI.ID
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. RADARPATI.ID

KOTA, RADARPATI.ID – Posisi Indonesia yang terkungkung di area Ring of Fire kerap dihadapkan pada ancaman gempa bumi.

Tak terkecuali dengan wilayah Pati yang memiliki sesar lempeng aktif Pati dan Kendeng.

Edukasi tentang reaksi saat gempa terjadi mendesak dilakukan.

Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberi pemahaman kepada masyarakat soal gempa, agar masyarakat tak gagap sehingga meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, dalam menyikapi potensi gempa yang bisa mengancam wilayah Kota Mina Tani.

Masyarakat diharapkan mendapat informasi utuh dan edukasi terkait antisipasi dampak dari gempa.

Hal ini sebagai respon atas munculnya isu potensi gempa bumi berskala besar yang dikenal dengan istilah Megathrust.

“Kalau terkait Pati Trhrust tidak ada informasi yang kami dapat, yang menjadi perhatian adalah Megathrust. Yakni pergeseran lempeng Sunda yang akan memicu gempa besar hingga berpotensi tsunami sampai belasan meter,” papar Martinus Budi Prasetya saat dikonfrimasi RADARPATI.ID.

“Belum lama ini para kalak di daerah kabupaten/kota dikumpulkan terkait melihat potensi kebencanaan Megathrust, karena di Pati ini ada lempeng Pati dan Kendeng ini apakah berpengaruh atau tidak jika terjadi Megathrust itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya menganalogikan jika sebuah bangunan yang memiliki tiang-tiang, jika ada satu tiang roboh atau goyang pasti yang lain akan terdampak.

Pasti ada getaran kecil di tiang yang lain termasuk di lempeng Pati dan Kendeng ini.

“Kalau potensi sebesar apa gempa di Pati tentu kami tidak bisa menjawab karena bukan kapasitas kami. Upaya kita saat ini ya gencar memberikan edukasi kepada masyarakat jika terjadi gempa. Karena memang sejauh ini belum ada pengalaman kebencanaan gempa di wilayah Pati. Tapi melihat Sejarah yang ada pada masa wilayah Muria terpisah dengan Pulau Jawa pastinya ada aktivitas lempeng bumi,” paparnya.

Edukasi yang ditekankan adalah pentingnya keselamatan nyawa terlebih dahulu, dibandingkan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga.

“Jika merasakan guncangan sekecil apapun, kami mengimbau kepada Masyarakat untuk segera keluar rumah menuju tempat terbuka. Saat keluar rumah bagian vital tubuh seperti kepala harus dilindungi. Yang penting keselamatan jiwa harus diutamakan,” paparnya.

Lebih lanjut dalam waktu dekat ini pihaknya bakal berkonsultasi lebih lanjut ke Teknik Planologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, untuk mengulik seberapa jauh dampak lempeng Pati dan Kendeng dengan adanya potensi guncangan besar Megathrust.

“Kita akan konsultasi terkait dampak ini, setelah itu kita akan kumpulkan OPD maupun relawan,” imbuhnya.

Secara historis wilayah Pati ternyata memiliki riwayat bencana gempa bumi di masa lalu.

Hal itu diungkapkan salah seorang sejarawan di Kota Pati, Ragil Haryo.

“Pati pernah terkena gempa dengan dampak kerusakan besar. Beritanya pernah dimuat dalam koran De Locomotief Tahun 1891. Pati secara keseluruhan terdampak. Dalam webinar Selat Muria juga dijelaskan tentang riwayat gempa yang pernah terjadi ratusan tahun yang lalu itu,” ungkap Ragil.

Sejarah gempa di Muria dan sekitarnya tercatat belasan kali terjadi dalam kurun waktu 1773 sampai 1890.

Gempa tercatat sebanyak 15 kali, dirasakan dari wilayah Semarang – Jepara dan Lasem (Rembang).

Gempa kekuatan VI – VII MMI terjadi pada 1821, 1856, dan 1890.

Baca Juga: Ponpes Thoriqul Jannah Ubah Citra Desa Gamong Kudus Jadi Lebih Agamis

Pada September 1890 terjadi gempa M 6,8 SR (VII – VIII MMI) di Pati – Juwana, kerusakan dalam radius 500 kilometer, beberapa orang meninggal dunia. (aua)

MURAH SENYUM: Aulia Putri sedang santai di Warung Lalapan Aulia Putri milik orang tuanya di Jalan Dipenogoro, Sampang, Kamis (29/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
MURAH SENYUM: Aulia Putri sedang santai di Warung Lalapan Aulia Putri milik orang tuanya di Jalan Dipenogoro, Sampang, Kamis (29/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
Editor : Abdul Rochim
#ring of fire #Potensi Megathrust Mentawai #Kalakhar BPBD #gempa #pati #gempa bumi #megathrust