Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sebanyak 86 Ribu Jiwa di Pati Terdampak Bencana Kekeringan, Tahun Ini Lebih Parah?

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 7 September 2024 | 03:44 WIB

 

Warga Desa/Kecamatan Gabus mengambil bantuan air di salah satu rumah warga setempat belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH)
Warga Desa/Kecamatan Gabus mengambil bantuan air di salah satu rumah warga setempat belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH)

PATI, RadarPati.ID - Kekeringan makin meluasa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat ada 86.182 terdampak kekeringan. 

Hingga awal bulan ini, sudah ada 61 desa yang terdampak kekeringan. Desa-desa itu tersebar di sembilan kecamatan. 

Berdasarkan data BPBD setempat, sembilan kecamatan itu meliputi, Tambakromo, Jakenan, Jaken, Winong, Gabus, Pucakwangi, Kayen, Sukolilo, dan Batangan.

Baca Juga: NGERI! Pengguna Jalan Kayen-Sukolilo di Pati Tiba-Tiba Dilempar Paving, Korban Alami Pendarahan Otak, Ini Hasil Rontgennya

Sementara desa terdampak di antaranya, Tambahagung, Tambakromo; Mantingan, Jaken; Tambahmulo, Jakenan; Triguno, Pucakwangi; Sumbermulyo, Gabus; Mintorahayu, Winong; Pasuruhan, Kayen; Cengkalsewu, Sukolilo; dan Tompomulyo, Batangan. 

Di kecamatan itu, kekeringan paling parah berada di Jaken. Dari sembilan kecamatan, wilayah itu tercatat paling banyak desa yang mengalami kekeringan. Yakni, ada 12 desa yang kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menambahkan, kekeringan di Bumi Mina Tani ini semakin meluas.

Sebelumnya ada 26 desa yang terdampak. Hingga awal bulan ini bertambah menjadi 61 desa.

”Nggih (kekeringan semakin meluas, Red), Mas,” singkatnya.

Sementara ini untuk pihaknya berupaya membantu masyarakat. Yaitu dengan penyaluran air bersih. 

Baca Juga: Sempat Dirawat di RS, Nyawa Ibu Muda di Pati yang Ditikam Tetangganya Tak Tertolong

”Kami per hari membantu. Totalnya sudah ada 535 penyaluran air bersih,” imbuhnya. 

Martinus juga menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Pati telah melakukan distribusi air bersih secara rutin, mencapai ratusan tangki setiap hari untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Kita sudah melakukan pendistribusian air bersih tiap harinya mencapai ratusan tangki,” jelasnya.

Ia meminta kepada warga yang terkena dampak untuk tetap tenang dan sabar menunggu bantuan.

Pemerintah daerah terus berupaya agar bantuan air bersih ini tetap tersedia, baik dari pemerintah maupun sektor swasta.

“Untuk bantuan air bersih Pemerintah daerah terus mengupayakan agar bantuan ini tetap berjalan baik dari pemerintah maupun swasta,” paparnya. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#Sukolilo #pati #dropping air bersih #Tambakromo #kekeringan #BPBD