PATI, RADARPATI.ID – Masalah terkait pupuk subsidi tidak pernah berakhir dan seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan petani.
Beberapa anggota DPRD konsen terhadap isu tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menanggapi isu ini dengan menyatakan bahwa ia sering menerima keluhan mengenai masalah pupuk subsidi.
Selain itu, kelangkaan pupuk non-subsidi juga membuat harganya tinggi, membebani petani.
Ali Badrudin berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat menemukan solusi untuk masalah ini.
Ia menekankan perlunya penanganan khusus dari dinas terkait untuk mengatasi kelangkaan pupuk, agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.
”Masalah besar di Kabupaten Pati adalah kelangkaan pupuk, yang memerlukan penanganan khusus dari dinas terkait,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Pati, Didin Syafruddin, juga mengungkapkan sering menerima keluhan dari masyarakat mengenai distribusi pupuk subsidi.
Dia mendesak agar evaluasi dilakukan terhadap kebijakan kartu tani dan realisasi distribusi pupuk.
Menurutnya, sering kali ada ketidaksesuaian antara kebijakan yang diterapkan dan kondisi di lapangan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki situasi ini agar petani tidak dirugikan.
”Keluh kesah masyarakat ini kami tak pernah berhenti untuk menyampaikan dan mengawalnya. Sehingga masyarakat ini tak dirugikan,” ujarnya.
Masalah pupuk subsidi juga menjadi perhatian Komisi B DPRD Pati, yang telah mengajukan isu ini kepada dinas terkait untuk mendapatkan perhatian lebih pada kartu tani dan distribusi pupuk bersubsidi.
Anggota dewan Pati mendorong penggunaan pupuk kandang sebagai alternatif untuk membantu petani, terutama mengingat penurunan signifikan dalam alokasi pupuk subsidi tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pupuk kandang dianggap lebih terjangkau dan bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya terus meningkat.
Suwarno, anggota DPRD Kabupaten Pati juga mengusulkan agar pemerintah kabupaten memfasilitasi pelatihan bagi petani dalam pembuatan pupuk organik.
Peralihan dari pupuk kimia ke pupuk organik dianggap mendesak untuk memulihkan kesuburan tanah yang terdegradasi akibat penggunaan pupuk kimia yang berkelanjutan.
”Untuk menghindari masalah dengan pupuk, sebaiknya dipromosikan penggunaan pupuk kandang, karena biaya produksinya lebih rendah. Ini agar permasalahan pupuk tak menjadi momok,” pungkasnya. (adr)
Editor : Achmad Ulil Albab