PATI, RADARPATI.ID – RS Keluarga Sehat (KSH) mendapat penghargaan bintang 4 atas komitmen rumah sakit dalam implementasi program transformasi digital dari BPJS Kesehatan.
Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan di Ruang PT Lantai 5 Gedung Gladiol RS Keluarga Sehat, Rabu (21/8).
Transformasi digital ini implementasinya adalah integrasi sistem antrean online, integrasi sistem klaim, implementasi SEP&Fingerprint dan implementasi bridging farmasi.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan dalam sambutannya mengungkapkan, transformasi digital merupakan sebuah keharusan.
“Transformasi layanan berbasis digital ini untuk kepentingan masyarakat. Kalau dulu harus antre pagi-pagi banget bisa jam 06.00 datang, sekarang sudah tidak perlu. Masalah antre ini sebelumnya juga menjadi problem di BPJS, banyak keluhan. Bahkan dulu (sebelum transformasi digital) nunggu di rumah sakit bisa sampai 8 jam, sehingga orang menjadi tidak produktif karena waktunya habis di rumah sakit,” paparnya.
Dalam kunjungannya ke RS Keluarga Sehat, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menyempatkan diri memantau secara langsung penerapan transformasi digital yang ada di rumah sakit tersebut.
Mulai dari pasien rawat jalan datang, menunggu hingga sampai mendapat obat. Saat ini waktu tunggu di KSH kurang dari 1 jam.
Dalam kesempatan itu Edwin juga melihat penggunaan mobile JKN, dirinya bekesempatan berbincang dengan para pasien rawat jalan dan mendapati bahwa transformasi digital ini telah memberi manfaat dan kemudahan, kecepatan dan keefektifan, bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Sekaligus transparansi dalam pelayanan.
Sementara itu Direktur RS Keluarga Sehat Kelvin Kurniawan menyambut baik penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan untuk rumah sakitnya.
“Setelah mendapat penghargaan bintang 4 ini kita bersemangat siap untuk melakukan transformasi digital sampai level bintang 7. Basic program untuk level bintang 7 sudah kita siapkan. Kita optimistis 2025 sudah bisa level bintang 7,” papar Kelvin.
Untuk mencapai level bintang 7 itu, salah satunya harus menerapkan aplikasi smart claim berbasis AI.
Lebih lanjut, Kelvin mengaku saat ini rumah sakitnya juga sudah menerapkan pendaftaran tidak lagi memakai fingerprint, tapi memakai kamera webcam yang otomatis akan terverifikasi apakah betul itu pasien.
Sehingga pelayanan akan lebih cepat dan juga lebih transparan. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab