PATI, RADARPATI.ID – Sembahyang Ulambana digelar Klenteng Hok Tik Bio, Rabu (21/8) siang.
Sembahyang ini untuk mengirim doa kepada arwah leluhur baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal.
Termasuk para pahlawan yang telah gugur berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
Tampak halaman klenteng yang ada di kawasan pecinan Pati Kota itu ramai oleh warga etnis Tionghoa siang kemarin.
Mereka memembaca doa-doa dengan khusyuk selama sekitar 2 jam lebih.
Usai pembacaan doa-doa, beberapa pengurus klenteng kemudian menentang dua miniatur rumah ke halaman Klenteng Hok Tik Bio Pati.
Beberapa dus uang tiruan juga dibawa ke halaman depan.
Selang beberapa saat, mereka membakar miniatur rumah yang arsitektur Thionghoa dan sejumlah uang tiruan itu.
Api pun membakar habis miniatur hingga membuatnya menjadi abu.
Angin yang berhembus membuat abu sisa pembaran berterbangan. Di Klenteng Hok Tik Bio rutin menggelar upacara tersebut.
”Ini adalah kegiatan Sembahyang Ulambana. Kegiatan Kelenteng Hok Tik Bio ini sembahyang untuk para arwah baik dikenal maupun tidak dikenal. Setiap tahun kita menggelar sembahyangan,” ujar Ketua Klenteng Hok Tik Bio Pati Edy Siswanto.
Lebih lanjut Edy menjelaskan makna membakar rumah dan uang tiruan tersebut.
Upacara itu sebagai simbol mengirimkan rumah atau tempat dan bekal uang kepada arwah leluhur maupun para pahlawan.
”Ini sebagai simbol mengirim agar di sana para arwah leluhur kita tidak mengalami kekurangan uang dan mendapatkan tempat yang nyaman,” papar Edy.
Selain itu pihak klenteng juga membagikan beras usai Sembahyang Ulambana. Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pihaknya terhadap masyarakat sekitar.
Pihaknya membagikan beras dengan jumlah sebanyak 10 ton.
Pembagian beras ini sebagai wujud mengisi kemerdekaan dengan bermanfaat bagi masyarakat. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab